oleh

Menyulap Gedebog Pisang Jadi Bunga yang Cantik dan Awet

KULONPROGO – Di tangan ibu-ibu anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Sido Mekar, Sendangsari Pengasih Kulonprogo, gedebog pisang bisa disulap menjadi bunga hiasan meja yang cantik dan awet.

Baru-baru ini, bunga gedebog pisang dipamerkan ibu-ibu KWT Sido Mekar dalam acara kunjungan Bupati Kulonprogo, Sutedjo, di Embung Blubuk.

Dalam kesempatan itu, juga dipamerkan beragam produk KWT Sido Mekar yang lain, terutama olahan makanan yang bahan bakunya berasal dari lingkungan sekitar.

Bendahara KWT Sido Mekar, Sri Daroyah (40) menyampaikan, pembuatan bunga gedebog pisang berawal dari pelatihan wirausaha yang diterima kelompoknya.

Baca Juga:   Purwoharjo Jadi Desa Berbudaya Mandiri Energi, Ini Rahasiasnya

Kelomok beranggotakan 35 orang ini dilatih berkreasi dengan memanfaatkan bahan dari lingkungan sekitar. “Kami diminta membuat makanan olahan dan kerajinan,” kata Sri.

Bunga gedebog pisang kemudian dibuat kelompoknya setahun terakhir. Sri mengaku tak mengalami kesulitan dalam pembuatan kerajinan tersebut. Sebab sebelumnya, ibu-ibu anggota KWT Sido Mekar telah dilatih instansi terkait.

“Bahannya juga cukup mudah didapat. Hanya gedebog pisang, kawat, kain flanel, lem tembak serta daun dan putik buatan,” urainya.

Sri kemudian membeberkan cara pembuatan kerajinan tangan bunga gedebog pisang yang dilakukan kelompoknya.

Gedebog pisang sebagai bahan baku dijemur terlebih dahulu sampai benar-benar kering. Pengeringan gedebog harus dilakukan di bawah terik matahari agar bisa kering sempurna.

Baca Juga:   Sedapnya Kopi Rohmat, Olahan Sendiri Bercitarasa Moka

Hal ini penting untuk menjamin kualitas gedebog sehingga tidak membusuk saat dibuat kerajinan.

“Gedebognya dipilih yang sudah mati atau tidak berfungsi lagi, yakni lapisan paling luar yang berwarna cokelat,” jelas Sri.

Jika sudah dipastikan benar-benar kering, gedebog kemudian dirangkai membentuk kelopak bunga. Butuh kreativitas dan ketelatenan dalam proses ini.

Para anggota KWT harus berhati-hati agar bunga yang dihasilkan terlihat menarik. Setelahnya, asesoris pelengkap pun ditambahkan. Di antaranya daun dan putik buatan.

Perlu dipilih asesoris dengan warna mencolok demi mempercantik tampilan bunga. Terakhir, bunga diletakkan dalam pot atau vas kecil agar bisa digunakan sebagai hiasan meja.

Baca Juga:   Goa Kiskendo dan Bukit Menoreh Jadi Ikon Geowisata Kulonrogo

“Alhamdulillah banyak yang suka terutama ibu-ibu rumah tangga. Mereka pakai untuk hiasan meja,” ucap Sri.

Selama ini, pemasaran bunga gedebog dilakukan KWT Sido Mekar melalui Pasar Tani di Kompleks Pasar Hewan Terpadu, Pengasih.

Anggota juga memasarkannya dari mulut ke mulut dengan harga Rp 20.000 per pot.

Berkat ketelatenan para anggota dalam memproduksi makanan olahan dan kerajinan, KWT Sido Mekar mengantongi laba jutaan rupiah setiap bulannya. (Unt/harianmerapi.com)

Komentar

Berita Lainnya