BANDUNG–Satgas Sektor 4 selain memiliki tugas pokok mengembalikan kebersihan sungai Citarum, juga membantu ekonomi masyarakat terutama di masa pandemi ini.
Keterangan itu dikemukakan Komandan Sektor 4 Satgas Citarum Harum, Kol Inf Mulyono HS, kepada awak media saat berkunjung ke sektornya, Kamis (14/1/2021).
Penerapan ketahanan pangan kepada masyarakat juga menjadi salah satu rencana aksi program Citarum Harum yang diemban oleh para prajurit TNI AD.
“Kami tidak hanya berupaya agar sungai Citarum kembali normal terhindar limbah pabrik maupun masyarakat, melainkan juga memberikan kontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi warga sekitar,” ucap Kolonel Mulyono yang telah bertugas di sektor ini 5 bulan.
Kepada pengusaha pabrik pun, Kolonel Mulyono memberi kesempatan berbenah diri guna menciptakan nuansa kemitraan dan kesepahaman yang saling menguntungkan.
Ini, katanya, guna menjaga agar unsur-unsur terkait kebutuhan hidup para buruh pabrik tetap bisa dijaga meski dalam taraf tertentu perlu tindakan tegas dengan mengecor saluran limbah pabrik.
Ia meyakini tindakan itu akan berakibat bagi pendapatan dan ketenangan para pekerja pabrik yang juga anggota masyarakat.
Untuk itu, katanya pula, ia berinisiatif menanam tanaman bahan baku pangan seperti padi, jagung, sayuran, pengembangbiakan ternak dan ikan serta tetap menjaga ekosistem sungai.
“Kita mengembangbiakkan ikan dan lele. Pada saat panen ikan kita bagikan kepada warga sekitar.
“Bahkan kita pun berternak ayam petelur yang hasil telurnya juga dibagikan kepada warga demi menjaga ketahanan pangan khususnya di masa pandemi Covid-19”.
Sektor 4 pun, ucap Kolonel Mulyono, telah mengembangkan berbagai tanaman pangan seperti padi, cabe, sayuran dengan membuat demplot-demplot pertanian dan pembibitan.
“Semua itu, dilakukan demi memberikan contoh guna memotivasi masyarakat agar mau melakukan hal yang sama,” kata Dansektor 4.
Kolonel Mulyono juga menjelaskan, terkait dengan semua kegiatan yang dilakukan Satgas Citarum Harum bahwa pengusaha pabrik sangat antusias memberikan bantuannya.
“Yang penting apa yang diberikan pengusaha pabrik dalam membantu program yang dilakukan itu jelas dan diterapkan sesuai peruntukannya dan pengusaha pabrik pasti membantu dan itu yang terjadi di Sektor 4,” pungkasnya. (elly susanto)









Komentar