oleh

Mahfud MD: Ada yang Mengadu Domba Saya

Mahfud MDJAKARTA – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyatakan, tak gembira atau pun sedih mengenai penangkapan atas empat pria yang secara terbuka mengancam akan memenggalnya.

Keempat orang yang ditangkap itu semuanya orang Pasuruan, “Tapi kok mengancam saya kalau pulang ke Pamekasan Madura,” tulis Mahfud pada akun twitter-nya, Minggu (13/12/2020).

Hal itu disampaikan Mahfud merespon pertanyaan seorang warganet, sambil melampirkan tautan berita penangkapan empat tersangka pengancam Mahfud.

Sekilas, ujar Mahfud, mereka ingin mengadu domba antara saya dengan orang Madura. Dan, tampaknya tidak hanya empat orang itu yang bertanggung jawab atas ancaman maut tersebut. “Mungkin juga masih ada lagi yg diburu oleh aparat,” tulis Mahfud.

Baca Juga:   Polisi Sita 6 Barang Bukti dan Periksa 50 Saksi Terkait Kasus Bahar Smith

Dalam jumpa pers di Mapolda Jawa Timur, Minggu (13/12/20202) polisi menyatakan telah menangkap dan menahan empat orang yang mengancam akan menggorok leher Mahfud MD.

Ancaman itu disampaikan secara terbuka berupa rekaman video yang disebarkan melalui kanal YouTube.

“Artinya, sifatnya sangat personal dan tidak layak dijadikan konten YouTube,” kata Direktur Reskrimsus Polda Jatim, Kombes Gidion Arif Setyawan, Minggu (13/12/2020).

Baca Juga:   Polisi Gerebek Home Industry Senjata Api Rakitan di Palembang

Gidion menambahkan keempat tersangka ini berasal dari dua laporan polisi yang berbeda. Awalnya, pihaknya hanya menetapkan Gus Nawawi karena telah memberikan ancaman melalui Channel YouTubenya di akun Amazing Pasuruan.

Lalu, dari penelusuran siber, ada tiga tersangka lain yang ikut menyebarkan hal ini melalui media sosialnya. Keempatnya kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Para tersangka itu adalah Muchammad Nawawi atau Gus Nawawi (38) Warga Dusun Warungdowo Selatan, Pohjentrek, Pasuruan; Abdul Hakam (39), warga Dusun Krajan, Grati, Pasuruan; Moch Sirojuddin (37) warga Dusun Krajan, Grati, Pasuruan dan Samsul Hadi (40) warga Dusun Rembang, Grati, Pasuruan.

Baca Juga:   Polisi di Palembang Tangkap Basah Istrinya Berduaan Dengan Anak Kades di Hotel

Unggahan Mahfud pada akun twitternya itu direspon positif ratusan orang. Hampir semuanya mendukung dan memberinya semangat. Tak kurang pula yang prihatin atas sikap orang-orang yang begitu mudah menyampaikan ancaman kekerasan.

“Jika leher seorang Menkopulhukam dengan mudahnya diancam-ancam, bagaimana mana dengan rakyat biasa? Tangkap mrk!! rakyat berhak hidup aman,” tulis seorang netizen melalui akun @romyroxell. (*)

Komentar

Berita Lainnya