oleh

Anak Sungai Kapuas Meluap, 9.800 Rumah “Mengapung” di Air

JAKARTA – Banjir yang diakibatkan curah hujan yang tinggi sejak beberapa hari lalu menyebabkan 980 unit rumah terendam air Banjir di Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat pada Minggu (13/9). Kondisi 980 unit rumah ini hanya terlihat tembok dan atapnya seakan mengapung di atas air. Tingginya debit hujan membuat sebagian anak sungai Kapus meluap ke permukiman warga dan perkebunan.

Baca Juga:   Gempa Nias Selatan, BMKG Ingatkan Ciri Megathrust: Waspadalah!!

Banjir di Kabupaten Kapuas Hulu ini melanda 4 desa dengan tinggi mata air 40-100 centimeter di kelurahan Hilir Kantor di kecamatan Putussibau dan desa Teluk Barak, desa Sungai dan desa Tanjung Jati di kecamatan Putussibau Selatan.

Menurut Pusdalops BNPB pada pukul 20.00 WIB,  pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu sudah berada di lokasi kejadian melakukan pendataan, evakuasi, kaji cepat dan droping logistik dibantu BPBD Provinsi Kalimantan Barat, TNI/Polri, aparat desa dan relawan.

Baca Juga:   Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Dua Kabupaten di Papua

“Diperkirakan Banjir akan terus terjadi karena menurut prakiraan cuaca Dasarian II dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), potensi hujan dengan intensitas tinggi masih akan terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu,” bunyi rilis Pusdalops BNPB yang dilansir Senin (14/9/2020).

BNPB mengimbau masyarakat agar waspada potensi hujan yang disertai petir/kilat dan siap siaga mengantisipasi dampak fenomena alam lainnya, seperti banjir, Banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang. (*/arl)

Komentar

Berita Lainnya