DENPASAR – Setiap orang yang lahir ke dunia, pasti dibekali hikmat, bakat dan kemampuan oleh Tuhan, hal ini juga dialami pelukis Bali, Dedy Rochendi yang akrab disapa Kang Dedy.
Lelaki yang juga berprofesi sebagai Jurnalis Channelbali.com ini lahir di Bandung, 27 Januari 1966. Ia dibesarkan di Kota Pahlawan Surabaya, dan sejak tahun 2009 hingga kini menetap di Denpasar, Bali.
Menurut Kang Dedy, ada hikmah besar di balik tragedi pandemi Covid-19 yang melanda dunia, khususnya di Indonesia.
Keterpurukan ekonomi nasional akibat pandemi tersebut, yang juga berdampak pada kegiatan jurnalistik.
Namun di tengah situasi mencekam ini, Tuhan memberikan hikmat untuk membuat lukisan spiritual.
“Aku telah menjelajah hampir seluruh daerah di Indonesia, bahkan dunia internasional untuk memperlajari karya-karya pelukis besar di Amerika Serikat, Belanda, Jepang, Korea Selatan, Hongkong, Macau, Thailand, Malaysia, Singapore, Mesir, Jordania, Israel dan Palestina,” ujar Kang Dedy, kepada Siberindo.com, Sabtu (13/3/2021).
Kang Dedy mengatakan, seluruh karya lukisnya memiliki makna dan nilai fantastis, karena seorang pelukis besar harus berani menghargai karyanya, agar seluruh dunia menghargainya pula.
“Aku selalu memberi spirit dalam setiap lukisanku, dengan kalimat, “Ini Bukan Lukisan Biasa” memiliki filosofi yang sangat dalam, untuk kehidupan sebagai sebuah karya seni yang bernilai,” ujar Kang Dedy.
Ditambahkannya, semua lukisan Kang Dedy bernilai Rp 1.500.000.000 tanpa nego. Menurutnya, sebuah karya seni akan bernilai di kalangan kolektor dan penggemar lukisan, bila pelukisnya sendiri berani menghargai karyanya.
Mengapa disebut “Bukan Lukisan Biasa ?”
“Karena setiap karya lukisku melalui proses pengerjaan yang unik dan spritual. Aku memaknai setiap goresannya, perlu waktu setahun untuk menyelesaikan sebuah lukisan, ya ada juga yang bisa selesai lebih cepat, bahkan sehari saja,” katanya.
Ia melanjutkan, sebelum melukis, diawali puasa berhari-hari bahkan tidak tidur selama 40 jam.
“Untuk memohon hikmat dan tuntunan Tuhan, sehingga lukisan itu nampak hidup, dan bernilai fantastis,” tutur Kang Dedy, Pemred Channelbali.com anggota grup Siberindo.co. (*)











Komentar