PRAYA–Puluhan pemuda lingkar Bandara Internasional Lombok (BIL) berjaga-jaga di depan bundaran bandara atau pintu masuk, Sabtu (22/12/2020) siang.
Para pemuda daerah sekitar bandara kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Barat itu hendak menggagalkan kesekian kalinya penggantian plang nama BIL menjadi BIZAM oleh pemerintah provinsi NTB. Aksi penolakan ini pun berhasil, pemerintah batal mengganti nama bandara.
Dalam aksi spontan ini, para pemuda juga menyebutkan adanya dugaan pelibatan preman oleh pemerintah.
”Ini gara-gara Kepala Dinas Pariwisata yang mengadu domba,” sebut Lalu di lokasi.
Dia menyebutkan, pihak Dinas Pariwisata NTB diduga menggunakan preman untuk memuluskan pergantian nama bandara. Pelibatan preman dengan mengiming-imingi sejumlah proyek di bandara, tanpa melalui sosialisasi yang baik dengan masyarakat.
“Masyarakat tadi sudah diumumkan menggunakan corong masjid untuk standby, apabila pergantian nama bandara ini berlansung, dan kami sudah siap turun serentak bersama ratusan pemuda dan masyarakat lingkar bandara kalau ini benar dilakukan tadi,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB HL Moh Fauzal yang dikonfirmasi wartawan Radarmandalika.id di Poltekpar Lombok tidak mau berkomentar. Dia memilih pergi.(tim)









Komentar