oleh

Waspada, 2-3 Hari ke Depan Aceh Hujan Disertai Petir dan Puting Beliung

BANDA ACEH–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Koordinator Aceh memprediksi cuaca di Aceh dalam dua-tiga hari kedepan masih berpotensi hujan, angin kencang, angin puting beliung, dan bahaya sambaran petir.

Koordinator Data dan Informasi BMKG Kelas l Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar, Zakaria Ahmad, menyampaikan hal itu melalui siaran radio Baiturrahman FM 98.5 MHz, Selasa (13/7/2021) pukul 7.00-7:25 WIB.

Zakaria menyebutkan, jika dilihat dari citra satelit terpantau beberapa fenomena dinamika atmosfir, masih adanya belokan angin di Aceh.

“Masih jenuhnya uap air di atmosfer Aceh dan juga masih sering muncul anomali suhu muka laut sehingga penguapan uap air ke atmosfir sangat tinggi,” ucap Zakaria.

Baca Juga:   Prajuri TNI Evakuasi Korban Banjir di Kecamatan Padang Tiji

Dengan keadaan dinamika atmosfir yang demikian, Zakaria menyebutkan potensi hujan di beberapa daerah kabupaten/kota masih ada dalam kurun waktu dua-tiga hari kedepan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Adapun daerah-daerah yang berpotensi terjadi hujan adalah sebahagian Aceh Besar dan dapat meluas ke Banda Aceh, Aceh Jaya, Aceh Barat.

Selan itu Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara dan Subulussalam.

Zakaria mengimbau masayrakat di daerah-daerah tersebut perlu waspada terhadap angin kencang atau angin puting beliung.

Baca Juga:   Zona Merah Aceh Bergeser ke Banda Aceh dan Sabang

Di saat hujan akan turun dan bisa juga terjadi bahaya sambaran petir, ujarnya.

Sedangkan untuk daerah lain yang berpotensi bencana adalah wilayah pesisir Barat-Selatan, Aceh Besar, Pulau Simeulu, Pulo Aceh, Sabang, dan Banda Aceh.

“Di daerah tersebut bencana yang mungkin ditimbulkan adalah angin kencang atau angin barat yang dapat merobohkan pohon atau tiang-tiang tower yang sudah tua. Begitu juga bisa menerbangkan atap-atap rumah masyarakat,” sebutnya.

Zakaria menyebutkan, angin barat saat ini sudah menjadi angin musiman tahunan yang dimulai sejak Mei sampai September.

Di samping bencana tumbangnya pohon, rusaknya atap rumah dan baliho yang diterbangkan angin, juga dapat meningkatkan tinggi gelombang.

Baca Juga:   Tiga Jam, Tiga Gempa di Lokasi Berbeda

Tinggi gelombang dapat menjadi acaman bencana bagi para pelaut, baik nelayan maupun kapal-kapal penumpang.

BMKG berharap para nelayan untuk waspada terhadap tingginya gelombang jika di atas 2 – 3 Meter.

Sekaligus juga mengimbau kepada nelayan untuk tidak melaut jika tinggi gelombang di atas 4 Meter.

Selain itu, BMKG juga mengimbau agar para nelayan selalu membawa alat keselamata dan alat komunikasi dalam melaut.

Nelayan juga diimbau selalu milihat informasi prakiraan tinggi gelombang di website BMKG Aceh. (*/cr2)

Komentar

Berita Lainnya