oleh

UGM Berikan Layanan Inklusif Bagi Seluruh Sivitas

YOGYAKARTA – UGM berkomitmen memberikan layanan inklusif bagi seluruh sivitas, termasuk dalam upaya penanganan Covid-19. UGM melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 UGM memberikan layanan tracing dan testing bagi sivitas UGM yang terpapar atau mengalami gejala infeksi Covid-19 dan memberikan dukungan-dukungan lain yang diperlukan.

Giri Trisno Putra, mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, menjadi salah satu sivitas yang menerima layanan testing secara khusus dari tim Satgas Covid-19.

Senin (5/7) lalu tim Satgas Covid-19 UGM melakukan tes antigen di kediaman Giri. Sebagai seorang penyandang tunanetra, Giri mengalami kesulitan untuk pergi ke fasilitas kesehatan tanpa keluarga yang dapat mengantarnya.

Baca Juga:   UGM Jadikan Wisma Kagama dan UC Hotel sebagai Selter 

“Saya tidak bisa pergi ke luar karena adik saya juga sedang positif Covid-19 sehingga tidak bisa mengantarkan ke faskes. Jadi, tim satgas datang ke rumah untuk melakukan tes antigen,” terangnya.

Setelah mendapat hasil positif Covid-19, Giri melakukan isolasi mandiri dengan dukungan penyediaan obat-obatan dari Satgas Covid-19 UGM bagi dirinya beserta adiknya.

“Sangat membantu pada kondisi saya saat itu. Terima kasih UGM telah membantu penanganan Covid-19 bagi saya,” ucapnya, Selasa (13/7).

Baca Juga:   Departemen THH UGM Bantu Produksi Peti Jenazah Covid-19

UGM juga memberikan dukungan bagi mahasiswa penyandang disabilitas lainnya, Muhammad Fahmi Husaen, yang menderita pneumonia setelah terinfeksi Covid-19 pada awal 2021. Fahmi menerima perawatan di Rumah Sakit Akademik UGM selama 10 hari untuk pemulihan kondisi pasca terinfeksi Covid-19.

“Dua kali dilakukan rontgent pada 25 dan 30 Januari untuk mengetahui kondisinya. Setelah itu diberi keterangan oleh dokter bahwa pneumonia tidak menginfeksi sehingga diputuskan untuk menjalani rawat jalan,” kata Fahmi.

Baca Juga:   FEB UGM Raih Juara Kedua HSBC/HKU Asia Pacific Business Case Competition 2021

Ia mengaku memperoleh layanan yang baik selama menjalani perawatan di RSA UGM. Kondisi bangunan dan fasilitas di rumah sakit mudah diakses oleh Fahmi sebagai pengguna kursi roda. Petugas kesehatan responsif.

Semua mendukung penanganan terhadap dirinya sebagai pasien. Di samping itu, ia juga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk perawatan di RSA UGM.

“Bersyukur universitas sangat responsif dan memberikan layanan yang terbaik bagi mahasiswa disabilitas,” ucapnya. (Sukron/wiradesa.co)

Komentar

Berita Lainnya