ACE–Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam berhasil menjadi juara Lomba Nagari/Desa Berprestasi Tingkat Sumbar tahun 2021.
Tim iuran berhak kain mewakili Sumbar, di tengah tikar dalam lomba yang sama ke tingkat nasional. Penyerahan SK Gubernur Sumbar diserahkan langsung Kadis PMD Sumbar Drs H Syafrizal Ucok, MM dan diterima Bupati Agam Dr Andri Warman, Senin (12/7).
Penyerahan SK Gubernur atas prestasi Nagari Pasia Laweh dilakukan di Kantor Bupati Agam, bersamaan acara Sosialisasi Pengendalian Covid-19 dengan narasumber Tenaga Ahli Kemenkes Dr dr. Andani Eka Putra.
“Keberhasilan Nagari Pasia Laweh menjadi juara 1 karena unggul dalam pelayanan pemerintahan, penerapan aplikasi digital. Inovasi ekonomi dan penanganan Covid-19 berbasis kaum,” kata Syafrizal Ucok seperti dikutip PilarbangsaNews, jaringan Siberindo.Co
Sedangkan juara 2 dan 3 Lomba Nagari ini adalah Nagari Sungai Duo (Kabupaten Dharmasraya) dan Nagari Situjuah Batua (Kabupaten Limapuluh Kota).
Juara harapan 1, 2, dan 3 adalah Desa Sikalan (Kota Sawahlunto), Desa Koto Marapak (Kota Pariaman) dan Desa Muara Sikabaluan (Kabupaten Kepulauan Mentawai).
Kadis PMD Syafrizal Ucok mengharapkan agar Nagari Pasia Laweh terus berbenah dalam menghadapi penilaian tingkat nasional.
“Kami harapkan dukungan penuh Bupati Agam dan OPD terkait sehingga Sumbar yang diwakili Pasia Laweh dapat menjadi juara di tingkat nasional,” kata Syafrizal Ucok yang didampingi Tim Penilai Lomba Nagari Tingkat Sumbar.
Cukup Karantina di Rumah
Sementara Dr Andani Eka Putra mengatakan, pandemi Covid-19 akan berakhir jika seluruh masyarakat sudah paham dengan virus ini.
“Pada saatnya nanti masyarakat akan paham dan tahu cara mengendalikan Covid-19. Tidak ada lagi kepanikan, tidak ada lagi yang abai dengan protokol kesehatan, maka pada saat itu pandemi Covid-19 akan berakhir,” kata Dr Andani Eka Putra.
Karena itu kata kuncinya adalah masyarakat cerdas menghadapi pandemi Covid-19. Langkah pencegahan adalah dengan mematuhi protokol kesehatan yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
Kemudian sadar bahwa vaksin adalah usaha atau ikhtiar agar tidak mengalami parah jika terpapar Covid-19.
“Jadi vaksin tidak menjamin bebas Covid-19, hanya membuat imun kuat. Kalau misalnya terpapar Covid-19, akibatnya tidak parah dan sembuh dalam waktu cepat,” jelas Dr Andani Eka Putra yang juga Kepala Laboratorium Unand.
Dalam menghadapi lonjakan positif Covid-19 di Sumbar, Dr Andani Eka Putra memberi resep kepada nagari dan desa agar menyiapkan rumah isolasi.
Mereka yang terpapar Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang cukup karantina di rumah isolasi, tidak perlu ke rumah sakit.
“Penderita Covid-19 gejala ringan dan sedang obatnya istirahat yang cukup, makan yang banyak, dukungan vitamin dan berjemur. Insya Allah segera sembuh,” ujarnya.
Bupati Agam Andri Warman optimis Nagari Pasia Laweh bisa berprestasi di tingkat nasional. Berbagai upaya pembenahan di lapangan segera dilakukan, termasuk dukungan dari seluruh masyarakat dan OPD terkait.
“Keunggulan dan inovasi Pasia Laweh akan dikemas secara baik untuk disajikan kepada Tim Penilai tingkat nasional,” janji Bupati Andri Warman.
Hadir dalam acara yang digelar terbatas ini Sekda Agam Martias Wanto Dt Maruhun, Kakan Kemenag Edy Oktaviandy, Kadis PMN Wahyu Bestari, Camat Palupuh, Wali Nagari Pasia Laweh Zul Arifin bersama Bamus, KAN dan tokoh masyarakatnya.
Acara juga disiarkan secara zoom meeting, diikuti oleh OPD, Camat, dan Wali Nagari se-Kabupaten Agam. (PB)











Komentar