JAKARTA – Gara-gara pandemi Covid 19 banyak kalangan yang kehilangan pekerjaan. Termasuk, dunia selebriti Indonesia.
Artis Dede Satria salah satunya. Dia tak lagi syuting semenjak virus asal Wuhan, China itu masuk ke Indonesia, maret lalu.
Bahkan, demi mendapatkan pemasukan, pemain sinetron “Sodrun Merayu” dan film “After Met You” rela menjadi brand ambassador klinik kecantikan Kezia Skin Care.
“Yang pasti berkurang iya. Cuma bener-bener stuck nggak, kemarin habis ngerjain film almarhum Didi Kempot, terus web series belum tayang, kalo berkurang sih iya, kalau stuck nggak,” kata Dede Satria dalam keterangan tertulis yang diterima Siberindo.co, Kamis (12/11/2020).
Hal yang sama diutarakan Dede saat menjadi pembicara talk show Kezia Skin Care, di Cirebon, Jawa Barat, kemarin.
Menurutnya, menjadi brand ambassador merupakan pekerjaan yang sangat menyenangkan. Apalagi, pendapatan yang dia dapat tak jauh berbeda dengan bermain sinetron maupun film.
“Cuannya (uangnya) lebih cepat jadi brand ambassador. Kalau dikalkulasikan secera keseluruhan ya lebih besar di sini, cuman kalau uang cepet sekali kerja ya ini. Maksudnya kalau striping kita nggak tahu seberapa panjang stripingnya, menurut gue lebih wortid ini (Jadi brand ambassador), hasilnya lebih menggiurkan,” kata kekasih Liyanzef ini.
“Jadi, Dede itu aware sama skin jadi dia itu peduli sama kulit wajahnya, dia bekerjasama dengan kita karena kezia bisa untuk pria dan wanita, harga terjangkau dan aman,” timpal Hilda Jayasasmita, selaku owner Kezia Skin Care.
Kendati demikian, Dede Satria masih tetap menyukai dunia akting.
“Akting lah, karena itu passion gue, ya menurut gue, ini bukan sampingan, karena gue merasa fresh juga, dan itu ngebantu buat akting gue,” kata Dede.
Dalam acara itu, Hilda juga menjelaskan kalau acara ini bertujuan untuk memberi pengetahuan bagi masyarakat Cirebon tentang pentingnya menjaga kesehatan kulit.
“Antusiasme masyarakat cirebon itu pesertanya banyak sekali. Minimum 50 sampai 100 orang di setiap kota, dan kita nggak sembarangan yang daftar itu kita seleksi lagi untuk jadi peserta,” terangnya.
“Jadi, nandi mulai dari Jawa Barat, nanti bisa ke Jawa Tengah, jawa timur. Antusiasme masyarakat Jawa Barat itu terhadap produk skin care paling tinggi,” sambung Hilda. (sam)











Komentar