oleh

Kang Emil Ingatkan Anies Baswedan, Konsultasi ke Pemerintah Pusat

JAKARTA – Keputusan Pemerintah DKI Jakarta menerapkan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mendapatkan komentar dari berbagai kalangan. Salah satunya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Dia meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memikirkan secara matang terkait penerapan PSBB skala total. Karena dapat berimplikasi nasional.

“Saya dari dulu sudah bilang bahwa yang namanya Bodebek atau Jabodetabek itu satu rumpun dalam penanganan Covid-19. Maka apa yang terjadi di Jakarta harus disinkronkan dengan daerah sekelilingnya,” kata Ridwan Kamil di Bandung, Jawa Barat, kemarin.

Baca Juga:   RK: Kalau Covid-19 Konspirasi, Tidak Akan Serang Seluruh Dunia

Selain itu, lanjut Ridwan Kamil, meminta langkah Pemprov DKI Jakarta terkait penerapan PSBB dapat dikonsultasikan dengan pemerintah pusat.

“Kita menyepakati urgensi di Jakarta harus didukung oleh Jabar, tapi mohon dikonsultasikan dengan pemerintah pusat, karena setiap keputusan Jakarta berpengaruh juga bukan hanya regional tapi nasional,” jelasnya.

Sementara sikap Pemprov Jabar masih menunggu kepastian rencana Pemprov DKI Jakarta. Selama ini yang dilakukan Jawa Barat tetap melakukan PSBB, namun dengan skala mikro.

Baca Juga:   Update Covid-19: Kasus Baru Positif Bertambah 4823, Jakarta dan Jabar Terbanyak

“Jadi kalau ditanya apakah PSBB berhenti, enggak dari dulu sampai sekarang masih karena kita paham bahwa Bodebek itu hampir 70 persen penyebaran Covid-19 di Jabar,” imbuh Kang Emil, sapaan akrabnya.

“Maka semakin tinggi (penyebaran virus Corona), PSBB diteruskan Jakarta disesuaikan dengan rencana dan sisanya melakukan PSBM berskala mikro,” tambahnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk menarik rem darurat dan kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar awal pekan depan.

Baca Juga:   Sepuluh Perusahaan Ditutup Pemprov DKI, Simak Lengkapnya

Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, yakni ketersediaan tempat tidur rumah sakit yang hampir penuh dan tingkat kematian yang tinggi.

“Tidak ada banyak pilihan bagi Jakarta kecuali untuk menarik rem darurat sesegera mungkin,” demikian kata Anies. (sam) 

Komentar

Berita Lainnya