JAKARTA – Kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang meluncurkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta menuai pro kontra di masyarakat. Bahkan, setelah Anies mengumumkan ”tarik rem darurat” untuk memutus penyebaran Covid-19 di Jakarta yang jumlahnya meningkat, membuat sebagian Menteri Kabinet Kerja bereaksi.
Reaksi salah satunya ditunjukkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Airlangga menilai, kebijakan yang mendadak itu membuat sektor ekonomi terhambat, salah satunya Indek Gabugan Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok.
Kebijakan Anies yang tarik rem mendadak pun kembali menuai komentar. Salah satunya dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Diaz Hendropriyono, yang disampaikan melalui Instagram pribadinya @diaz.hendropriyono. Diaz yang juga Staf Khusus Presiden mempertanyakan sekaligus menyindir istilah ”rem mendadak”.
”Rem mendadak? Oh, mungkin kemarin nyetirnya ugal-ugalan. Ya kita semua siap-siap saja ya pake sabuk pengaman,” ujar Diaz melalui Instagram dengan keterangan Ketum PKPI dan hasteg #JustThinking #PKPI, Sabtu (12/9) seperti dikutip Jawa Pos.
”Semoga rem-nya nggak blong,” imbuh pria yang akrab disapa Masbos dalam capturenya.
Sementara itu, Juru Bicara PKPI, Sonny Tulung juga ikut berkomentar terkait postingan Diaz Hendropriyono tersebut. Sonny tak menampik bahwa postingan Diaz untuk mengingatkan Anies Baswedan sebagai kepala daerah.
”Setuju dengan Ketum Masbos, jangan sampai kesalahan Anies terulang soal PSBB, lebih hati-hati lagi menyetir,” kata Sonny dihubungi terpisah.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, PSBB total oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berimbas pada pasar keuangan.
Menurutnya, kebijakan rem darurat yang diumumkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Rabu (9/9) itu menyebabkan volatilitas pasar keuangan meningkat pada pagi ini.
Airlangga mengatakan, sebenarnya, kinerja pasar keuangan sebenarnya sudah menunjukkan arah positif sejak beberapa pekan terakhir dibandingkan April. Indeks saham sektoral mengalami penguatan pada sebagian besar sektor dengan variasi kenaikan hingga di atas 20 persen. (oke/beb)











Komentar