oleh

Buku “Estetika Kaum Tertindas” Karya UKMBS Unila Duluncurkan

Bandar Lampung Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS) Universitas Lampung (Unila) telah menghasilkan berbagai karya sejak 19 Desember 1990 lalu.

Kali ini, UKMBS meluncuran buku “Estetika Kaum Tertindas” pada tanggal 13 Maret 2021 pukul 19.00 WIB, di Graha Kemahasiswaan Lantai I Unila dan ditayangkan langsung melalui laman Instagram @ukmbsunila, dan YouTube UKMBS Unila.

Buku ini merupakan kumpulan esai yang ditulis para mahasiswa/mahasiswi yang aktif yang berkegiatan di UKMBS Unila.

Mereka adalah Ar Rizki Ryan Fadela, Erma Dwi Puspitasari, Febrian Malik Arrozaq, Mike Fena Firdania, Novian Pratama, Robby Aslam Amrouzi, dan Selviana.

Baca Juga:   Anggap 'Ghibah' Wajar, Prabowo Tak Goyah Meski Dicerca dan Di-bully

Estetika Kaum Tertindas merupakan salah satu upaya para penulis untuk menemukan sisi lain dari seni yang hanya bersajak tentang anggur dan rembulan, sementara keadaan sosial kita sedang tidak baik-baik saja.

Buku ini berusaha menyelami lebih dalam permasalahan ini melalui berbagai bidang di kesenian, seperti teater, musik, tari, sastra, dsb.

Melalui tulisan ini, penulis berusaha menunjukkan bahwa seni juga turrut berperan dalam melawan ketidakadilan, penindasan dan keberpihakannya terhadap masyarakat tertindas.

Ketua Umum UKMBS, Robby Aslam Amrouzi menuturkan, proses penulisan buku Estetika Kaum Tertindas ini berangkat dari niat yang utama sebagai proses pembelajaran dan pemahaman para anggota di UKMBS Unila.

Baca Juga:   Lewat Film, Cinemapartner Dekatkan Publik kepada Sastra

Tidak ada niat untuk menggurui atau merasa lebih tau tentang apa itu seni. Proses pembelajaran ini semata-mata hanya sebagai alat transformasi diri para anggota UKMBS Unila.

“Jikalau ada hal-hal baru yang didapat oleh para pembaca nantinya, itu hanyalah buah, dan syukur Alhamdulillah,” kata dia melalui siaran pers, Rabu (10/3).

Pimpinan Produksi, Erma mengungkapkan, proses menulis buku Estetika Kaum Tertindas ini dimulai sejak bulan Februari 2020.

Pada awal proses kelas menulis masih menggunakan sistem daring, namun karena dirasa kurang efektif maka beberapa bulan kemudian pihaknya memutuskan untuk menggelar kelas secara offline.

Baca Juga:   JK Rowling Terbitkan Buku Baru, Terinspirasi Mainan Anaknya

“Program kelas menulis yang kami laksanakan ini dibimbing langsung oleh guru kami, bang Ari Pahala Hutabarat dan para senior di Komunitas Berkat Yakin,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pada peluncuran buku itu dilakukan dialog membahas isi “Estetika Kaum Tertindas” yang dibahas langsung oleh seniman, dan Direktur Komunitas Berkat Yakin, Ari Pahala Hutabarat, Pendiri Teater Satu Lampung, Iswadi Pratama.

“Acara yang dilakukan secara virtual ini semoga tidak mereduksi pemahaman dan semangat berkarya para anggota UKMBS Unila, serta para kelompok seni lainnya,” ujarnya. (Red)

Komentar

Berita Lainnya