SAMARINDA KOTA–Kepastian kompetisi Liga 1 tidak kunjung datang, membuat pemain harus pintar menjaga kondisi mereka.
Sepak bola adalah pekerjaan bagi pemain. Jika kondisi tidak dijaga, akan berdampak langsung pada masa depan saat kompetisi kembali digulirkan.
Itulah sebabnya banyak pemain terus menjaga kondisi fisik mereka dengan menjalani latihan mandiri.
Wildansyah, salah satu pemain belakang Borneo FC, sangat menyadari hal tersebut. Meski tidak ada kompetisi, Wildan terus menjalani latihan untuk menjaga kondisi fisiknya.
Kepada media ini, Wildan mengaku tidak mau kondisi fisiknya merosot saat Borneo FC memulai kembali latihan bersama di Samarinda.
“Latihan mandiri fungsinya untuk melatih agility dan endurence. Saya tak mau juga harus mengejar kondisi fisik saat latihan bersama. Maksud saya, dengan latihan sendiri maka saat latihan bersama saya tak kedodoran,” ujarnya.
Meski begitu ia mengaku ada perbedaan mendasar latihan mandiri dan bersama. Menurutnya saat latihan bersama, pemain tak bisa beristirahat tanpa ada perintah pelatih.
“Kalau latihan mandiri, saya bisa beristirahat saat merasa benar-benar lelah,” terangnya.
Wildan sendiri menyayangkan dihentikannya kompetisi musim 2020. Namun jika pun dijalanlan pada Februari ini, ia memastikan semuanya akan terlambat. Terutama untuk menyongsong musim baru.
“Sayang memang. Tetapi mau bagaimana lagi, karena tak ada kepastian sama sekali,” ujarnya.
Ia pun berharap tahun ini Liga 1 bisa segera bergulir kembali.
“Harapan saya bisa berjalan lancer untuk musim baru ini. Izin dari kepolisian harus pasti. Setiap pertandingan harus sesuai protokol kesehatan mengikuti regulasi dari operator kompetisi,” tegasnya. (upi)










Komentar