oleh

Dilanda Banjir, Petani Kalsel Mampu Jaga Produksi Padi

RANTAU – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor melakukan panen padi perdana 2021 seluas 100 hektare di Desa Binderang, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin, Kamis (11/2).

Dalam kesempatan itu ia menyerahkan bantuan bibit padi dan jagung kepada petani di Binderang yang terdampak banjir.

Panen perdana tersebut dilakukan menggunakan combine harvester yang dioperasikan oleh Gubernur didampingi Bupati Tapin Arifin Arpan dan Kepala Dinas TPH Kalsel Syamsir Rahman.

Usai panen perdana, Gubernur Kalsel menandai penanaman padi unggul seluas 100 hektare dengan mengoperasikan mesin tanam padi.

Berdasarkan data, luas keseluruhan sawah di Binderang 350 hektare.

Dari luasan tersebut sebanyak 200 hektare ditanami benih lokal sedangkan 150 hektar ditanami padi unggul. Areal sawah terdampak Banjir di Binderang mencapai 80 hektare.

Gubernur mengatakan, ia bersyukur di tengah musibah Banjir dan wabah Covid yang melanda, sebagian besar petani di Kalsel mampu menjaga produktivitas pertanian dengan baik.

Baca Juga:   Direndam Banjir, Pembelajaran di Sekolah Alam Tetap Berjalan

“Kita bersyukur di tengah musibah Banjir dan wabah Covid, para petani masih mampu menjaga produktivitas,” katanya.

Dan diharapkan Kalsel pada tahun 2021 ini tetap mampu mempertahankan status sebagai penyangga beras nasional.

“Hari ini kita buktikan bahwa kita tidak berhenti  terus menanam dan menanam, walaupun di tengah musibah yang melanda daerah ini,” kata Paman Birin.

Gubernur juga berterima kasih kepada seluruh petani dan pemerintah kabupaten/kota khususnya Pemkab Tapin sebagai salah satu daerah surplus beras di Kalsel.

Terkait aspirasi masyarakat yang mengusulkan pengaspalan jalan usaha tani Sei Impat, Desa Binderang, Paman Birin mengaku  sudah menindaklanjutinya dengan menginstruksikan kepada jajaran Dinas TPH Kalsel untuk dapat merealisasikan bersama Pemkab Tapin.

Terakhir ia juga berpesan kepada masyarakat agar terus menjaga disiplin protokol kesehatan, mencegah Covid-19 sembari menunggu giliran vaksinasi massal.

Baca Juga:   Sudah 48 Kali Bencana di NTB, Masyarakat Diminta Waspada

“Yang penting kita jangan takut dengan covid dan jaga disiplin protokol kesehatan, itulah kunci melawan wabah covid,” pesannya.

Bupati tapin Arifin Arpan mengatakan di Desa Binderang ada tiga kelompok tani yang aktif saat ini. Pertanian padi di desa tersebut juga berhasil melakukan panen sampai tiga kali dalam setahun.

“Tapi juga ingin mengembangkan pemasaran produk pertanian dan membangun pabrik jagung pakan ternak,“ katanya.

Usai kegiatan panen raya, Kadis TPH Kalsel Syamsir Rahman mengapresiasi kelompok tani di Desa Binderang yang punya indeks penanaman 3 atau mampu panen 3 kali setahun.

“Bahkan direncanakan ke depannya IP 4,” ujar Syamsir.

Ia berharap dengan kehadiran dan bantuan gubernur dapat memberikan semangat kepada para petani setempat agar terus menanam menanam padi.

Baca Juga:   Ratusan Keluarga Terisoliasi, Banjir Hancurkan Sejumlah Rumah

“Minimal para petani mampu menjaga produktivitas yang sama dengan tahun sebelumnya,” ujar Syamsir.

Ia optimis produktivitas pertanian Kalsel tetap terjaga hingga akhir tahun 2021 walaupun  musibah Banjir berdampak pada 46.235 hektare sawah

.“Dengan bantuan benih padi pada hari ini oleh Gubernur Kalsel, kita harap sawah yang gagal tanam akibat Banjir ditanam lagi sehingga produktivitas beras Kalsel  tetap terjaga,” katanya.

Akibat Banjir Kalsel diperhitungkan Kalsel bakal kehilangan 200 ribu ton gabah kering giling hasil panen.

Namun hal itu tak berdampak signifikan terhadap ketahanan pangan karena Kalsel pada tahun 2020 telah  surplus 2 juta ton gabah kering giling.

“Dengan adanya bantuan benih padi nanti, diharapkan dapat panen 600 ribu ton sehingga hingga akhir tahun 2021, Kalsel tetap mampu mempertahankan surplus beras,” kata Syamsir.

Komentar

Berita Lainnya