oleh

Diperiksa Polisi, Putri Nia Daniaty Kini Diduga Menipu Rp 9,7 Miliar

JAKARTA – Putri Nia Daniaty, kembali terjerat kasus dugaan penggelapan uang. Kali ini, Olivia Nathania, dilaporkan oleh 225 orang.

Mereka adalah korban yang merasa ditipu wanita yang akrab disapa Oi ini. Mereka ditawari ikut penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Setidaknya ada 225 orang yang jadi korban dengan kerugian Rp 9,7 miliar, mereka melaporkan Oi ke Polda Metro Jaya.

“Kami laporkan Oi dan RAF yang diduga melakukan penipuan dan penggelapan bahkan berani palsukan surat dengan kop BKN,” ujar penasihat hukum korban, Odie Hodianto, di Polda Metro Jaya, Jumat (24/9/2021).

Baca:   Ternyata, Komunitas Gay Kuningan Sudah Menggelar Pesta Seks Sejak 2018

Senin (11/10/2021) akhirnya Oi memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya.

Ia menjalani pemeriksaan sebagai saksi terlapor atas kasus dugaan penggelapan, penipuan, dan pemalsuan surat masuk CPNS.

Oi tiba di gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, ditemani pengacaranya Susanti Agustina. Ia terlihat tenang saat turun dari mobilnya, berjalan menuju ruangan penyidik.

Kuasa hukum yang mendampingi Oi belum mau banyak berkomentar. Mereka terus berjalan menuju ruang penyidik dan sesekali menanggapi santai pertanyaan awak media.

Baca:   Polisi: Alhamdulillah, Demo Mahasiswa dan Serikat Pekerja Berlangsung Tertib

Kasus dugaan penipuan yang dilakukan Oi bukan kali pertama. Sebelumnya ia juga sempat terjerat kasus serupa.

Pada 2012 silam, Oi dilaporkan oleh pedagang emas dan berlian ke Polres Jakarta Selatan.

Dia dilaporkan karena tak kunjung membayar cincin berlian seharga Rp 700 juta. Kasus ini berakhir damai.

Pada 2016, Oi kembali terjerat masalah. Kali ini, ia diduga telah menggelapkan uang dan mobil seorang wanita bernama Yetti.

Baca:   Indonesia Promosikan Produk Pakaian dan Furnitur Ramah Lingkungan di Belgia

Mobil yang disewa Oi telah hilang. Kasus ini berakhir damai, karena Oi siap menggantikan mobil serta uang sewanya.

Oi kembali terjerat kasus dugaan penipuan pada 2017. Ia dilaporkan atas dugaan penggelapan uang Rp 61 juta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan adanya laporan tersebut. (*)

dikutip dadi Liputan6.com

Komentar

Berita Lainnya