oleh

Tahun Ini, Jumlah Pasukan Paskibraka Cuma Delapan Orang

JAKARTA – Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2020 bersama TNI dan POLRI terus melakukan latihan gabungan di Lapangan Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PP PON), Jakarta Timur.

Jumlah pasukan Paskibraka tahun 2020 ini hanya delapan orang. Padahal tahun sebelumnya pasukan pasukan Paskibraka ada 68 orang.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Zainudin Amali meninjau pelaksanaan latihan Selasa (11/8) pagi. Kedatangan Menpora RI untuk memastikan kondisi seluruh anggota Paskibraka 2020 dalam keadaan baik.

Didampingi Kasgartap I/Jakarta, Brigadir Jenderal TNI Syafruddin dan Deputi Pengembangan Pemuda Asrorun Niam, Menpora RI menyaksikan proses latihan penaikan dan penurunan bendera dan memastikan kondisi delapan anggota paskibraka dalam keadaan sehat.

Baca Juga:   Menpora: Kelanjutan Liga 1 Tunggu Rampung Standar Keamanan Pasca Tragedi Kanjuruhan

“Selamat pagi, bagaimana sehat semua? Saya ingin adik-adik semua jaga kesehatan dengan baik,” kata Menpora RI.

Pelaksanaan latihan gabungan memang terlihat cukup ketat dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Delapan anggota Paskibraka tahun 2020 yang terlibat langsung dalam proses latihan semua menjalani protokol kesehatan dengan memakai masker, jaga kebersihan dan jaga jarak. 

“Delapan anggota Paskibraka menjalani latihan gabungan bersama TNI-Polri untuk kepentingan sinkronisasi. Latihannya dengan protokol kesehatan yang ketat, menggunakan masker, jaga jarak dan jaga kebersihan. Para anggota Paskibraka menjalani latihan seperti biasa meskipun dengan jumlah yang berbeda dari tahun sebelumnya. Dan semua juga dibatasi,” kata Menpora RI.

Baca Juga:   Menpora Bantah Kabar Penundaan PON Jadi 2022

“Kalau tahun sebelumnya kan normal semuanya, dari jumlah yang akan bertugas sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Untuk saat ini karena pandemi maka dibatasi. Untuk kesehatan tentunya sangat ketat dan semuanya bagus. Kendati begitu, kita tetap semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia. Untuk pelaksanaannya kita sesuaikan dengan kondisi yang ada. Tapi kita harus optimis dan semangat,” jelasnya.

Dalam situasi pandemi ini, sambungnya, semangat untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia harus tetap bergelora. Bentuknya dan pelaksanaanya kita sesuaikan dengan situasi kondisi yang ada.

Baca Juga:   Kemenag Rilis Jemaah Haji Berhak Berangkat Tahun Ini

”Pak presiden dalam arahannya kepada kami bahwa tidak boleh ada satu kementerian pun yang kedor jadi kita harus optimis, harus semangat untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia ini,” tambahnya.

Sementara Kasgartap I/Jakarta, Brigadir Jenderal TNI Syafruddin menyampaikan bahwa, yang berbeda untuk latihan gabungan Paskibraka 2020 ini hanya jumlahnya yang tidak terlalu melibatkan banyak orang dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Kalau secara teknis latihannya tidak ada yang berubah, hanya jumlah orangnya yang terlibat di lapangan agak berkurang. Dan selama menjalani proses latihan, semua menerapkan protokol kesehatan dengan ketat,” kata Syafruddin.(*/arl)

Komentar

Berita Lainnya