oleh

Hasil Pemungutan Suara Ulang, Pasangan Sahbirin Noor – Muhidin Unggul

JAKARTA — Pasangan calon nomor urut 01, Sahbirin Noor (Petahana)-Muhidin, unggul sementara dengan perolehan suara 51,2 persen atas paslon 02, Denny Indrayana-Difriadi dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Kalimantan Selatan.

Hasil perolehan suara ini berdasarkan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat usai PSU pada Rabu (9/6).

Melalui laman https://pilkada2020.kpu.go.id yang diperbarui Kamis (10/6/2021) pukul 05.28, paslon 01 memperoleh 868.049 suara atau 51,2 persen.

Sementara paslon 02 memperoleh 827.857 suara atau 48,8 persen dengan data masuk 9.058 dari 9.069 TPS atau 99,88 persen.

Ketua KPU Kalsel Sarmuji menjelaskan, data yang ditampilkan tersebut hasil foto formulir Model.C Hasil-KWK yang dikirim oleh KPPS melalui Sirekap.

“Apabila terdapat kekeliruan data pada formulir Model.C Hasil-KWK akan dilakukan perbaikan pada rapat pleno terbuka rekapitulasi di tingkat kecamatan,” ujarnya.

Baca:   25 Staf KPU Positif Covid-19, Satu Meninggal. Dinkes: Bukan Klaster Pilkada

Ia menegaskan, hitung cepat yang ditampilkan bukan merupakan hasil resmi perhitungan perolehan suara.

Penetapan hasil rekapitulasi dilakukan secara berjenjang sesuai tingkatannya dalam rapat pleno terbuka.

PSU dilaksanakan pada satu kota dan dua kabupaten di Kalsel, yaitu di 301 TPS di Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin.

Kemudian lima kecamatan di Kabupaten Banjar, yakni Kecamatan Sambung Makmur, Kecamatan Aluh-Aluh, Kecamatan Martapura, Kecamatan Mataraman, dan Kecamatan Astambul ada 502 TPS serta 24 TPS di Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin.

Mahkamah Konstitusi (MK) diketahui memutuskan PSU terhadap sengketa pilkada yang diajukan Denny selaku calon gubernur Kalsel.

Sebelumnya, KPU Kalsel menetapkan pasangan calon petahana, Sahbirin-Muhidin, sebagai pemenang Pilgub Kalsel. Mereka meraih 851.822 suara atau 50,24 persen suara sah.

Sementara pasangan penantang, Denny-Difriadi, kalah tipis. Mereka mengumpulkan 843.695 suara atau 49,76 persen.

Baca:   Polisi Ringkus Pria Pembobol dan Pencuri Perlengkapan SD

Denny-Difri pun menggugat hasil tersebut ke MK. Mereka meminta MK mendiskualifikasi petahana karena melakukan sejumlah kecurangan, seperti politik uang.

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Denny Indrayana-Difriadi Darjat membuka opsi menggugat hasil perolehan suara Pemungutan Suara Ulang atau PSU Pilgub Kalsel ke Mahkamah Konstitusi.

Terkait hal tersebut, Juru Bicara MK Fajar Laksono mengatakan hasil PSU bisa dibawa ke MK dan jadi permohonan baru. Hal ini salah satu bentuk konsekuensi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Ya (boleh digugat). Itu konsekuensi SK baru KPU seusai PSU yang dapat menjadi obyek permohonan baru,” kata Fajar saat dikonfirmasi, Kamis (10/6/2021).

Merujuk pada Peraturan MK Nomor 6 Tahun 2020 tentang Beracara Dalam Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota pada Lampiran V terkait Pemilihan Gubernur disebutkan gugatan bisa saja dilakukan.

Baca:   Pandemi Covid-19, Pemprov NTB Berempati Bela Beli Produk Lokal

Provinsi dengan jumlah Penduduk sampai dengan dua juta jiwa, pengajuan perselisihan perolehan suara boleh diajukan.

Syaratnya, jika terdapat perbedaan paling banyak sebesar dua persen dari total suara sah hasil penghitungan suara tahap akhir yang ditetapkan oleh termohon.

Begitu pula Provinsi dengan jumlah penduduk lebih dari dua juta jiwa sampai dengan enam juta jiwa.

Pengajuan perselisihan perolehan suara dilakukan jika terdapat perbedaan paling banyak satu koma lima persen dari total suara sah hasil penghitungan suara tahap akhir yang ditetapkan oleh termohon.

Fajar menuturkan, soal selisih tersebut sudah masuk subtansi. “Itu soal lain, soal substansi, kalo bicara boleh digugat ya boleh,” jelas dia. (*)

Sumber: Antara/cnnindonesia

Komentar

Berita Lainnya