oleh

Muhammadiyah Sudah Tetapkan Awal Ramadan 13 April, Ini Dasarnya

YOGYAKARTA – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan 1442 jatuh pada Selasa 13 April 2021. Sementara Pemerintah RI baru akan menetapkannya melalui sidang isbat yang digelar pada Senin 12 April 2012.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan hal itu melalui Maklumat nomor 01/MLM/I.0/E/2021 tentang penetapan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1442 Hijriah.

Dari maklumat tersebut disimpulkan, Ramadan 1442 Hijriyah jatuh pada Selasa Wage, 13 April 2021 M, 1 Syawal 1442 H jatuh pada Kamis Wage, 13 Mei 2021 M, dan 1 Zulhijah 1442 H jatuh pada Ahad Pon, 11 Juli 2021 M.

Sementara Hari Arafah 9 Zulhijah 144 H, pada Senin Legi, 19 Juli 2021 M dan Idul Adha 10 Zulhijah 1442 H, pada Selasa Pahing, 20 Juli 2021 M.

Baca Juga:   Muhammadiyah Minta Jokowi Bentuk Tim Independen Usut Penembakan Laskar FPI

Dalam penentuan hari-hari penting ini Muhammadiyah menggunakan metode hisab.

Di bidang fikih menyangkut penentuan waktu-waktu ibadah, hisab digunakan dalam arti perhitungan waktu dan arah tempat guna kepentingan pelaksanaan ibadah.

Termasuk di dalamnya, penentuan waktu salat, waktu puasa, waktu Idulfitri, waktu haji, dan waktu gerhana untuk melaksanakan salat gerhana.

Juga dalam penetapan arah kiblat agar dapat melaksanakan salat dengan arah yang tepat ke Kakbah.

Penetapan waktu dan arah tersebut dilakukan dengan perhitungan terhadap posisi-posisi geometris benda-benda langit.

Baca Juga:   Hasilnya Dibawa ke Sidang Isbat, Inilah 87 Lokasi Pengamatan Hilal

Khususnya matahari, bulan, dan bumi yang digunakan untuk menentukan waktu-waktu dan arah di muka bumi.

Pengkajian tentang posisi-posisi geometris benda-benda langit untuk menentukan penjadwalan waktu di muka bumi ini, merupakan bagian peradaban Islam yang disebut ilmu haiah (astronomi) atau yang sering juga disebut dengan ilmu falak.

Ilmu falak (astronomi / ilmu haiah) jauh lebih luas dari sekedar mempelajari posisi geometris benda langit untuk tujuan praktis seperti penentuan waktu.

Ilmu falak syar’i terkadang disebut pula dengan ilmu hisab. Hanya saja penamaan dengan ilmu hisab ini populer di kalangan beberapa fukaha.

Sesungguhnya dalam khazanah ilmu pengetahuan Islam secara umum, terutama di lingkungan para pengkaji sains Islam di masa lampau, ilmu hisab bukan ilmu falak.

Baca Juga:   Alasan PP Muhammadiyah Minta Pilkada Ditunda

Itu adalah ilmu hitung (aritmatika), yaitu suatu cabang pengetahuan yang mengkaji tentang bilangan melalui penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, dan seterusnya serta penggunaannya untuk berbagai keperluan dalam kehidupan sehari-hari.

Hisab yang digunakan Muhammadiyah adalah hisab wujud al-hilal, yakni metode menetapkan awal bulan baru yang menegaskan bahwa bulan Qamariah baru dimulai apabila telah terpenuhinya tiga parameter.

Parameter itu adalah telah terjadi konjungsi atau ijtimak, ijtimak itu terjadi sebelum matahari terbenam, dan pada saat matahari terbenam bulan berada di atas ufuk. (*)

Sumber: muhammadiyah.or.id

Komentar

Berita Lainnya