DENPASAR – Sebanyak 14 bus sekolah di Kota Denpasar menganggur sejak pandemi Covid-19. Bus tersebut nganggur karena sekolah yang sebelumnya dilakukan tatap muka kini jadi dalam jaringan (Daring). Walaupun nganggur antrean pendaftaran yang meminta layanan bus sekolah mencapai 600 siswa.
Kepala UPT Transportasi Darat, Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Dewa Ketut Adi Pradnyana, Senin (8/3/2021), mengungkapkan, Dinas Perhubungan saat ini memiliki 14 bus sekolah yang melayani Kecamatan Denpasar Timur, Kecamatan Denpasar Utara, dan sebagian Kecamatan Denpasar Barat.
Seluruh bus sekolah sudah setahun sejak adanya Covid-19 tidak lagi beroperasi melayani siswa karena adanya larangan digelarnya sekolah tatap muka.
Menurut dia, selama masa pandemi ini petugas hanya bisa melakukan perawatan tanpa digunakan untuk kegiatan lainnya.
“Sempat diminta untuk menjemput orang tanpa gejala (OTG), tetapi kami tidak berikan. Khawatir stigma orangtua karena sempat jemput OTG jadi mereka takut untuk naik bus,” jelasnya.
Menurut Dewa Adi, walaupun saat ini masih belum mulai sekolah tatap muka, antrean pendaftaran siswa yang ingin dilayani masih membeludak.
Sedikitnya ada 600 antrean siswa yang belum diverifikasi karena belum ada kelanjutan terkait sekolah tatap muka dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar.
Ratusan siswa yang antre tersebut belum termasuk siswa yang sudah tetap mendapatkan layanan bus sekolah.
“Kemarin yang sudah kita layani 800 siswa dengan antrean 800 siswa juga. Tetapi karena kita verifikasi lagi, dikurangi 200 siswa yang sudah tamat jadi tidak mendapatkan layanan lagi dan sekarang yang masih antre 600 siswa,” imbuhnya.
Dia mengatakan baru bisa melakukan penerimaan kembali yang mendapatkan layanan bus sekolah setelah ada kejelasan untuk dilakukan sekolah tatap muka.
Menurutnya, Dishub sempat punya rencana melayani outing saat masa pandemi ini untuk menghilangkan kejenuhan siswa.
Tetapi, kondisi masih belum memungkinkan untuk kegiatan tersebut. “Sehingga kami tunda, sebab guru-guru yang mendampingi juga wajib sudah divaksinasi. Kalau belum, kami tidak akan membuka kegiatan apa pun termasuk antar jemput siswa,” tandasnya. (*/cr8)
sumber : nusabali.com











Komentar