oleh

Premier League Segera Dihelat, Penonton Dibatasi 1.000 Orang

JAKARTA – Harapan Liga Premier untuk membawa penggemar kembali ke stadion pada awal Oktober dapat terhambat setelah pemerintah Inggris akan meninjau rencana dan membatasi acara uji coba untuk olahraga.

Perdana Menteri Boris Johnson menegaskan seluruh kegiatan  olahraga sejak bulan September dibatasi maksimal 1.000 penggemar per acara.”Kami harus merevisi rencana itu khususnya penonton ke stadion mulai 1 Oktober,” kata Johnson dalam konfrensi pers yang berlangsung di Downing Street, Kamis (10/9) dini hari WIB.

Meski demikian sambung dia, bukan berarti program olahraga terutama sepakbola dibatalkan. “Seperti yang saya sebutkan tadi, kami tinggal meninjau dengan kondisi saat ini,” imbuhnya.

Sekretaris Kebudayaan Oliver Dowden menegaskan, perubahan pada rencana sebelumnya terjadi menyusul peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Inggris. ”Pekerjaan terus berlanjut, kita tidak mungkin mengorbankan publik lantaran wabah,” kata Dowden.

Rencana awal musim Liga Premier baru dimulai pada hari Sabtu (12/9). Jadwal ini mundur dari biasanya, bulan Juni setelah penguncian Virus Corona.

Baca Juga:   Puluhan OTG di Puskesmas Palmerah Dirujuk ke Wisma Atlet

Kepala eksekutif Liga Premier Richard Masters mengatakan liga tetap siap digelar. Namun harus mendapatkan rekomendasi deri pemerintah sebelum 1 Oktober. ”Kami selalu tunduk pada keputusan pemerintah. Liga Premier dan klub Liga Premier siap dan bersedia untuk melanjutkan acara uji coba dan proposal tes dan membuka pintu putar kami mulai 1 Oktober jika kami diberi izin untuk melakukannya,” kata Masters kepada wartawan.

”Jika Project Restart mengajari kami apa pun, kami harus fleksibel dan bersedia menghadapi rintangan di jalan,” katanya.

Baca Juga:   Jangan Terlalu Berharap dengan Vaksin, Ini Kata Epidemiolog

Masters menambahkan absennya suporter berdampak ekonomi di luar klub yang terkena dampak. ”Ada implikasinya, dengan setiap putaran pertandingan yang berlangsung tanpa penggemar ada implikasi finansial yang signifikan untuk setiap klub dalam piramida sepak bola sehingga itu berdampak,” katanya.

”Ini bukan hanya hilangnya pendapatan hari pertandingan. Setiap pertandingan Liga Premier rata-rata menghasilkan sekitar 20 juta pound untuk ekonomi lokal dan nasional jadi kami ingin memainkan peran kami dalam membantu ekonomi untuk pulih juga,” ungkapnya. (oke/sep)

Komentar

Berita Lainnya