AMBON – Warga Ambon khususnya yang tinggal di wilayah pesisir pantai, dikejutkan dengan naiknya air laut ke pemukiman mereka.
Fenomena Banjir rob atau naiknya permukaan air laut di wilayah pesisir Kota Ambon selama beberapa hari belakangan ini, merupakan efek cuaca di perairan Australia.
Dan, siklus ini diperkirakan terjadi mengalami puncak pada fase bulan baru yakni pada tanggal 11 atau 12 Februari 2021.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Kota Ambon, Ashar, mengatakan, pusaran angin di perairan utara Australia dengan tekanan rendah menyebabkan peningkatan ketinggian gelombang laut di daerah laut Banda.
Lewat analisis Banjir rob yang dikeluarkan BMKG Kota Ambon yang diterima info-ambon.com, jaringan Siberindo.co, fenomena yang dicurigai karena banyaknya proses pengeringan di pesisir Ambon, ternyata murni faktor alam.
Ashar menjelaskan, ada beberapa indikator yang menyebabkan terjadinya Banjir rob di beberapa wilayah pesisir di Kota Ambon.
Pola angin di wilayah selatan Indonesia secara dominan bertiup dari arah barat daya menuju barat laut dengan kecepatan berkisar antara 5 sampai 35 knot.
Pusaran angin di bagian utara Australia dengan tekanan yang lebih rendah, menyebabkan meningkatnya kecepatan angin yang kemudian meningkatkan ketinggian gelombang di Laut Banda dan perairan lain di Maluku.
Dari laut Banda itu, gelombang kemudian menjalar ke wilayah perairan buru dan pulau Ambon, demikian Ashar.
Indikator lainnya, lanjut Ashar,, adalah faktor angin permukaan. Angin permukaan wilayah Ambon, umumnya bertiup dari arah barat daya ke barat laut dengan kecepatan berkisar antara 3 sampai 10 knot.
Berdasarkan analisa, ketinggian air laut akan meningkat pada pukul 16.00 WIT dengan ketinggian yang teramati 2 meter dan akan mencapai ketinggian maksimum permukaan laut 2,83 meter pada pukul 20.00 WIT.
Dikatakannya, siklus pasang surut dipengaruhi siklus bulan. Saat ini, bulan dalam fase bulan sabit menuju bulan baru. Setiap fase bulan baru akan mengakibatkan periode fase pasang surut maksimum.
Karena itu, potensi Banjir rob masih akan terjadi hingga satu minggu ke depan mengingat gelombang di wilayah Ambon tergolong dalam kategori sedang dengan tinggi 1,25 – 2,50 meter.
“Adanya gelombang dengan kategori sedang dan siklus pasang surut tersebut akan menjadikan potensi terjadinya Banjir rob di pesisir teluk Ambon,” demikian Ashar.
Karena itu, masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di wilayah pesisir agar senantiasa waspada.
Perlu pula diperhatikan risiko tinggi keselamatan pelayaran, yakni perahu nelayan, kapal tongkang, kapal ferry, dan kapal berukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar. (PJ)











Komentar