MAMUJU- Sudah hampir sebulan gempa magnitudo 6,2 melanda Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat. Namun, bantuan kemanusiaan masih terus mengalir. Donasi itu disalurkan para relawan atau personal yang ditunjuk sebagai koordinator.
“Donasi itu kita langsung serahkan ke penyintas gempa di tenda pengungsian,” ujar Ridwan Hilal, Senin (8/01/2021), kepada Fakta79.net, grup Siberindo.co di salah satu titik pengungsian di Tapalang, Mamuju.
Menurut Ridwan, donasi yang disalurkan berasal dari karyawan dan karyawati PT SMOE Indonesia Batam, Komunitas Pengurus Masjid Sembawang (masjid di Kompleks Perusahaan SMOE Batam), dan komunitas motor YAKADA 250 RF, serta GSX Club Indonesia (GCI).
“Nah, ada empat komunitas berinisiatif membantu saudara kita, korban bencana gempa Majene Mamuju, dan mengamanahkan penyalurannya kepada tim di Sulbar yang saya koordinatori,” imbuh Ridwan.
Ia menambahkan, mereka para donatur kemanusiaan, ini mengedarkan kotak sumbangan kepada karyawan dan karyawati PT SMOE Indonesia Batam. Masjid juga diambil kotak Jumatnya dijadikan sumbangan, dan dua komunitas motor yakni YAKADA dan GCI juga mengumpulkan donasi, lalu dikirim ke Sulbar.
“Harapan mereka masyarakat Sulbar tetap sabar dan kuat menghadapi bencana ini dan harus bangkit, ini adalah ujian dari Allah Swt,” tandas Ridwan, di tengah para penyintas gempa di Dusun Tajimane, Desa Taan, Kabupaten Mamuju.
Donasi disalurkan dalam bentuk sembako, tenda/terpal, selimut, tikar, minyak telon, kayu putih untuk keperluan bayi. Dana yang sudah tersalurkan sebanyak 31 juta.
“Dan, insya Allah masih akan berlanjut untuk membantu para korban sesuai tingkat kebutuhan di lapangan,” terang Ridwan.
Proses penyaluran menyentuh langsung korban termasuk salah satunya di Dusun Tajimane. Sebelumnya, hal serupa sudah disalurkan di beberapa tenda para penyintas gempa termasuk di Kabupaten Majene. (sur/red)











Komentar