oleh

Warga Desa Tetangga Kompak Bantu Korban Banjir dan Longsor Cibeber

CIANJUR – Warga Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat bahu membahu mengumpulkan logistik bagi korban Banjir dan longsor Desa Cibokor, tetangganya.

Selama sepekan mereka berhasil mengumpulkan sejumlah kebutuhan mendesak bagi korban bencana alam berupa beras, gula, kopi, susu, mie instan, minyak goreng serta keperluan dapur lainnya.

Sebagai penopang aspek kesehatan lainnya, warga juga mengumpulkan puluhan kardus berisi pakaian bekas layak layak pakai, selimut, jaket dan perlengkapan diri lainnya.

Baca Juga:   Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Dua Kabupaten di Papua

Meski dalam situasi perekonomian yang masih serba sulit, warga desa juga melengkapi bantuan sosialnya dengan mengumpulkan sejumlah uang tunai.

Melalui koordinator Pemerintah Desa Cikondang, bantuan tersebut, Senin (7/6/2021), diserahkan kepada para korban bencana alam di Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber.

Penyerahan menggunakan pickup penuh muatan barang bantuan, dikawal Kepala Desa Cikondang, Yana Mulyana, Babinsa, tokoh masyarakat serta beberapa pemuda.

“Kegiatan ini bersifat spontan. Kami berbuat semata karena kemanusiaan, untuk saling membantu,” kata Kepala Desa Cikondang, Yana Mulyana.

Baca Juga:   Waspada Potensi Hujan Tinggi Hari Ini

Yana menambahkan, bantuan yang disalurkan tidak seberapa, dibanding penderitaan yang dialami para korban bencana alam.

Kepala Desa Cibokor menyampaikan ungkapan terima kasih dan perasaan harunya.

Melalui Yana Mulyana, Kepala Desa Cibokor menyampaikan rasa suka citanya kepada warga Desa Cikondang.

“Kami mewakili segenap warga Desa Cibokor mengucapkan terima kasih tiada berkesudahan,” ujarnya.

Hujan deras yang berlangsung belum lama ini membuat Desa Cibokor tertimpa Banjir dan longsor.

Baca Juga:   Jembatan Gantung Putus Saat Dipenuhi Warga, Begini Akhirnya

Bencana alam itu mengakibatkan sedikitnya 18 rumah warga rusak berat dan ringan, serta sebanyak 79 rumah terancam.

Sebagaimana dilansir PenaKu.ID jejaring Siberindo.co, data pemerintah desa setempat menyebut, 313 jiwa dari 92 kepala keluarga terpaksa diungsikan.

Para pengungsi tinggal sementara di dua lokasi, yakni Pondok Pesantren Assalam dan Madrasah Ibtidaiyah Persis desa setempat. (*)

Komentar

Berita Lainnya