oleh

Larangan Mudik, Pemerintah Harus Pikirkan Agar Warga Tetap Nyaman Berlebaran

JAKARTA–Wakil Ketua Komisi IX DPR Melkiades Laka Lena mengatakan, pro kontra soal mudik tahun 2021 tidak segaduh tahun 2020. Pasalnya masyarakat yang dilarang mudik mendapat bansos sebagai kompensasi tidak pulang dan terkena dampak langsung dari Covid-19.

Dikatakan Melki, warga yang tidak mudik umumnya masyarakat yang sebagian besar bekerja pada sektor informal.

“Kalau melarang mudik, pemerintah harus memikirkan cara warga yang tidak pulang bisa beraktivitas secara normal pada Ramadhan hingga Idul Fitri,” ujar Melki di Media Center DPR, Jakarta, Kamis (8/4/2021).

Baca Juga:   Kapolri Imbau Warga Cuti Sebelum 28 April Hindari Puncak Mudik

Anggota DPR Irwan Fecho mengatakan, pemerintah tidak konsisten terhadap kegiatan mudik. Terbukti, tidak ada regulasi yang dikeluarkan secara resmi dari pemerintah mengatur soal mudik 2021.

Irwan mendesak pemerintah menunjukkan komit untuk mengakhiri pandemi Covid-19. Karena trend sudah sangat jelas, setiap hari libur panjang arus mudik tetap berlangsung. Pemerintah harus berani mengambil tindakan tegas, walaupun pahit.

Baca Juga:   Pemerintah Prediksi Puncak Arus Mudik 24 Desember dan Arus Balik 25 Desember

Pengamat ekonomi INDEF, Enny Sri Hartati, menegaskan, kegiatan mudik Lebaran 2021 saat pandemi Covid-19 diprediksi tidak banyak berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi nasional. Karena, pemudik tidak memiliki duit yang cukup untuk belanja.

“Artinya, tidak ada pertumbuhan ekonomi yang signifikan dibanding dengan risiko soal Covid-19. Kalaupun pergi ke lokasi wisata, tidak belanja karena membawa bekal dari rumah,” kata Enny.

Baca Juga:   Warga Cilegon Gugat Wali Kota dan Menag Terkait Prosedur Pendirian Gereja

Menurut Enny, kegiatan yang dapat membangkitkan ekonomi adalah lapangan kerja, sehingga bisa mendongkrak daya beli masyarakat. Sekarang mau mudik atau tidak, tidak berpengaruh. Karena masyarakat banyak kehilangan pekerjaan.

Beberapa pengalaman libur panjang pada 2020, lanjut Enny, tidak ada peningkatan pengeluaran pada masyarakat.

“Aktivitas ekonomi itu tidak punya dampak terhadap penjualan ritel dan perputaran uang. Sebab daya beli masyarakat anjlok,” katanya. (duk)

Komentar

Berita Lainnya