NUNUKAN – Satuan Tigas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-Malaysia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara mengamankan ratusan butir amunisi aktif kaliber 7,52 mm.
Amunisi yang diamankan Yonarhanud 16/SBC/3 Kostrad Pos Lumbis itu berawal dari penemuan warga Desa Tau Lumbis yakni Frangki, Boy, dan Igo. Saat itu ketiga warga sedang menggali tanah untuk memasang jerat babi hutan.
Setelah menerima laporan warga, lanjutnya, enam anggota pos dibantu tiga orang pelapor mencoba menggali kembali lokasi tersebut, dan ditemukan kembali sebanyak 1.191 amunisi aktif yang langsung diamankan ke Pos Lumbis.
“Menurut informasi dari veteran yang menjadi saksi hidup saat peristiwa konfrontasi RI-MLY tahun 1965, tempat penemuan amunisi tersebut adalah tempat persembunyian pasukan Gurkha dan pasukan Inggris pada saat konfrontasi dahulu,” kata Dansatgas.
Diduga masih ada sisa-sisa peninggalan konfrontasi RI-Malaysia tahun 1965 di dalam hutan wilayah Kecamatan Lumbis Hulu.
Ia menjelaskan, setelah menemukan amunisi peninggalan itu personel Satgas kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi penemuan.
“Saya perintahkan personel yang di lokasi untuk melakukan penyisiran dan pendalaman, untuk mengantisipasi apabila masih tersimpan ataupun masih ada sisa-sisa amunisi lainnya ataupun bahan peledak yang masih tertanam. Semua amunisi masih kami amankan di Pos Satgas,” katanya.(*)










Komentar