SAMARINDA KOTA–Kepastian kompetisi Liga 1 sudah mulai menemukan titik terang.
Pada 3 Februari lalu, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menghadiri Sidang Kabinet Paripurna (SKP) penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan.
Di kesempatan itu, Menpora bertemu dan berbincang dengan Kapolri baru, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, terkait perizinan kegiatan sepak bola di Indonesia.
Dari pertemuan itu, Menpora mengatakan akan ada pertemuan lebih lanjut dalam beberapa hari ke depan untuk membicarakan hal ini.
Dan saat ini, tanda-tanda akan digulirkannya kompetisi sudah semakin tampak. Kepolisian siap mengeluarkan izin keamanan dan keramaian, asal PSSI dan T Liga Indonesia Baru (LIB) mengirimkan surat permohonan untuk melaksanakan kompetisi.
Namun Manajer Borneo FC Farid Abubakar tak ingin terlalu terlena, karena kepastian kompetisi belum ada. Menurutnya, tim Liga 1 dan Liga 2 sudah sangat sering di-PHP (diberi harapan palsu) oleh induk sepak bola Indonesia.
“Sebelum ada surat resmi yang menyatakan bahwa kompetisi bisa berjalan, saya rasa kita jangan terlalu senang dulu. Tentu saja semua ini butuh proses,” ucap Farid.
Meskipun begitu, Farid berharap pertemuan yang akan dilakukan Menpora dan Kapolri nantinya bisa berbuah baik bagi sepak bola Indonesia agar dapat segera kembali berjalan.
“Semoga saja ada kabar baik setelah pertemuan Menpora dan Kapolri nanti. Karena kita semua sudah rindu dengan kompetisi di Indonesia. Sudah 11 bulan tidak ada aktivitas dan tentu ini sangat berpengaruh dengan tim,” ucap Farid.
Ya, sepak bola Indonesia saat ini memang mati suri. Sejak dihentikan usai menjalani pekan ketiga pada Maret lalu, semua tim sama sekali tak bermain.
Ini membuat para pemain banyak yang meninggalkan tim, khususnya para pemain asing. Pun dengan pemain lokal, yang banyak memilih berkompetisi di negara tetangga. (upi)










Komentar