JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump meyakini kebijakan kandidat Partai Demokrat Joe Biden apabila terpilih menjadi presiden berikutnya bakal merugikan ekonomi Amerika Serikat. Trump yakin kebijakannya cenderung lebih menguntungkan China.
Pernyataan tersebut diungkapkan Presiden AS, Donald Trump pada konferensi pers Gedung Putih Senin (7/9), yang menandai liburan Hari Buruh AS, kurang dari dua bulan dari penyelenggaraan Pemilu AS pada 3 November mendatang.
“Jika Joe Biden menjadi presiden, China akan menguasai Amerika Serikat, dan setiap negara lain juga akan tersenyum,” katanya seperti dikutip dari Anadolu Agency.
Trump mengklaim, Biden, yang menjabat sebagai wakil presiden dari 2009 hingga 2017 mendampingi Presiden Barack Obama, bakal membuat AS menyerah pada China dan virus corona.
Sementara itu, langkah Trump dalam menghadapi virus tersebut telah dikritik sebagai tindakan “tidak terorganisir” oleh pihak Demokrat. AS hingga kini mencatatkan jumlah kematian akibat pandemi corona tertinggi di dunia dengan 193.000 kematian, menurut data Worldometer.
Trump mengklaim, kebijakan ekonomi Biden akan menyebabkan kenaikan pajak hingga triliunan dolar, mengakhiri pertumbuhan ekonomi, dan mengakibatkan “kontraksi total”.
Trump juga menyerang Partai Demokrat, mengklaim bahwa kebijakan ekonomi anggota partai tersebut melemahkan angkatan kerja AS selama satu dekade terakhir.
“Anda menghabiskan 47 tahun mengirim pekerjaan Amerika ke China, Meksiko, dan negara lain sambil mengumpulkan jutaan dolar dalam kampanye dan kontribusi PAC (lembaga bebas pajak AS yang menyokong dana untuk kampanye) super dari perusahaan global dan menjadi kaya dengan membuat pekerja Amerika miskin,” kata presiden. (sam)











Komentar