BALI–Tiga pebiliar papan atas Filipina dipastikan berlaga di Kejuaraan Biliar Bali Open Tour & Tournament, 7-16 Desember 2020 di Lippo Mall Kuta. Ketiga pebiliar yang pernah berlaga di level dunia itu yakni Bong Bata, Junel Mason, dan Diamar.
Event Director Kejuaraan Biliar Bali Open Tour & Tournament, Fahmi Ali, kepada wartawan di Kuta, Minggu (6/12/2020), mengatakan, kejuaraan tahun ini adalah yang ketiga kalinya
“Bali Open pertama digelar tahun 1998 di Kuta Biliar International, yang kedua pada tahun 2017 di Obrigado Denpasar, dan ketiga di Kuta tahun 2020 ini,” imbuh Fahmi Ali dikutip perspectivesnews.com, grup siberindo.co.
Fahmi Ali mengatakan, di event berhadiah total Rp300 juta ini pihaknya menargetkan 128 pendaftar. Tetapi hingga Minggu (6/12), jumlah yang mendaftar sudah mencapai 186 orang.
“Ini belum termasuk pemain yang mendaftarkan diri on the spot, artinya mendaftar saat pertandingan akan dimulai, saya yakin pesertanya akan lebih banyak lagi,” kata Fahmi Ali di dampingi Sekum Pengprov POBSI Bali Willy Soedarno.
Diakuinya, peserta dari luar negeri berbeda dengan Kejuaraan Biliar Bali Open Tour & Tournament tahun 2017 silam, yang diikuti pebilar dari tujuh negara seperti antara lain Amerika Serikat, Jerman, Korea Selatan dan Filipina dengan juara pertama diraih Jerico dari Filipina.
Hal ini, lanjut Fahmi, karena dunia sedang dilanda pandemi Covid-19 sehingga tidak banyak pebiliar dari negara lain hadir. Toh begitu, dirinya bersyukur peserta kali ini juga membludak meski terbanyak dari Indonesia.
Ditambahkan Fahmi, banyak pebiliar nasional maupun pebiliar andalan beberapa Pengprov POBSI, yang bakal diterjunkan pada PON XX tahun 2021 di Papua. “Bali Open ini menjadi pemanasan bagi atlet-atlet PON, mereka mengukur sejauh mana persiapannya sebelum bertanding di PON,” imbuhnya.
Bali Open merupakan kejuaraan biliar yang digelar swasta, dan bukan oleh organisasi cabang olahraga level daerah maupun nasional yakni Pengprov maupun PB POBSI. Toh begitu, kata Fahmi, di ajang ini juga menampilkan pebiliar junior Tanah Air.
“Ada nama-nama pebiliar putri papan atas Indonesia, seperti Fatra Mahsum dari DKI Jakarta dan Aina dari Papua. Selain itu ada tiga pemain junior di bawah 15 tahun namun mereka merupakan pemain bagus, dan diharapkan dari kejuaraan ini nantinya muncul bibit-bibit pebiliar masa depan Indonesia,” pungkas Fahmi. (zil)











Komentar