JEPANG – Badai Topan mulai mengarah ke Utara Jepang pada Minggu (7/9/2020) waktu setempat. Badai ini menuju Amami, Prefektur Kagoshima dan daerah lainnya.
Topan itu diperkirakan akan terus bergerak ke utara melalui Kyushu selatan dan daerah Amami pada Minggu malam, dan mendekati di Kyushu pada hari Senin (8/9/2020).
Badan Meteorologi Jepang sudah menyerukan kewaspadaan tertinggi. Diperkirakan akan terjadi kerusakan serius akibat hujan lebat yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh badai dan gelombang laut yang tinggi.
Menurut Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran jepang merilis ada 410.000 orang di Kagoshima, Nagasaki dan dua prefektur lainnya telah diperintahkan untuk mengungsi pada Minggu pukul 13:30 waktu setempat.
Seperti diberitakan the-japan-news.com seruan ini sangat penting karena diperkirakan besarnya gelombang badai akan lebih besar dari yang pernah terjadi di Jepang barat.
Pemerintah prefektur Kagoshima sudah mengungsikan 6.6000 warga pda Minggu pagi dari Nishinoomote dan kota-kota lain.
Di Prefektur Okinawa ada sekitar 1.850 orang yang diperintahkan untuk mengungsi karena terjadi pemadaman listrik akibat badai tersebut.
Menanggapi topan tersebut, pemerintah jepang meningkatkan kantor penghubung di pusat manajemen krisis di kediaman perdana menteri menjadi kantor penanggulangan sementara . Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga dan Direktur Jenderal Badan Meteorologi Jepang Yasuo Sekita sudah melakukan pertemuan untuk membahas penanganan situasi tersebut.
Pihak pengelola kereta api, Central Japan Railway Co juga mengumumkan pada Minggu beberapa kereta cepat Shinkansen Tokaido akan dioperasikan dengan perubahan jurusan pada hari Senin dengan tujuan yang berbeda-beda.
Ini karena ada pembatalan pemberangkatan operasi sejumlah kereta cepat di Sanyo Shinkansen.
“Total 100 kereta peluru Shinkansen Tokaido yang menuju antara Tokyo dan stasiun Hiroshima atau Hakata akan diubah menjadi antar-jemput antara stasiun Tokyo dan Okayama atau Shin-Osaka,” bunyi rilis Central Japan Railway Co seperti diberitakan the-japan-news.com. (*/arl)











Komentar