JAKARTA – Jelang pemilihan umum 2024, ada tiga agenda perubahan yang sedang difinalisasi Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang mendukung calon presiden (capres) Anies Baswedan. Tiga agenda ini diproyeksikan untuk menjawab dan mengentaskan persoalan pokok, yang disebut Anies tidak mendapat perhatian penguasa.
Capres usungan Partai NasDem ini mengatakan selama Ramadhan 1444 H dirinya melihat potret nyata kehidupan rakyat saat berkunjung ke Jawa Tengah dan Jawa Timur yang diistilahkannya sebagai Laku Tirakat.
Lantas dari situ pihaknya merumuskan tiga agenda perubahan yang kini sedang difinalisasi Koalisi Perubahan guna menjawab dan mengentaskan persoalan pokok, mulai dari kemiskinan, mahalnya harga kebutuhan pokok, dan minimnya lapangan pekerjaan.
“Tiga persoalan ini yang tidak mendapat perhatian serius dari penguasa untuk diprioritaskan dan dituntaskan,” kata Anies saat jumpa pers bersama Tim 8 KPP di Posko KPP, Jakarta, Jum’at (5/5/2023).
Menurutnya, perjalanan tirakat kemarin memperkuat keseriusan pihaknya untuk melakukan perubahan. Beberapa tema utama akan menjadi agenda yang dibawa pada persoalan yang sangat serius.
“Yang (pertama – red) terkait dengan kemiskinan, yang kedua terkait dengan biaya hidup dan kebutuhan pokok yang harganya tinggi, yang ketiga adalah lapangan kerja,” ujarnya.
Ia menambahkan, Koalisi Perubahan sudah mulai membahas agenda dan substansi perubahan dengan didasari semangat dan tanggung jawab kepada rakyat, bukan atraksi belaka yang hanya menawarkan percakapan di ruang publik.
“Kebiasaan di Koalisi Perubahan untuk Persatuan itu melakukan proses dulu baru mengumumkan. Kami tidak biasa mengumumkan, tak jelas prosesnya. Kami biasa proses dulu jalan, nih, baru kemudian keluar menyampaikan. Kenapa? Karena kami ingin bertanggung jawab pada publik,” ucap dia.
Pihaknya merasakan sebuah tanggung jawab penting yang bukan main-main. “Ini bicara tentang bangsa, bicara tentang negara, dan arah kita ke depan. Bukan atraksi-atraksi sekadar untuk menjadi percakapan,” katanya lagi.
Anies menerangkan, apa yang dilakukan Koalisi Perubahan serius dan dikabarkan ke publik, dibuktikan dengan menghasilkan dokumen tertulis dalam bentuk kesepakatan formal tiga partai dengan format Piagam Koalisi.
“Ini adalah koalisi yang punya dokumen tertulis. Prosesnya tidak banyak atraksi, ujungnya solusi yang konkrit, ada kesepakatan. Itulah pola yang akan kita bawa terus. Ada hasil yang nyata, ada substansi yang difinalisasikan, dan ada penyampaian kepada publik. Ini )sudah kita lakukan sebagai sebuah pola,” kata Anies.(*)









