PALEMBANG–Lima srikandi catur Sumsel bakal menghadapi dua grand master wanita asal Jawa Barat pada multievent bergengsi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua November 2021 mendatang.
Kelimanya adalah Alivia Noviansari MNW,
Nyimas Sonya Nafa MNW, Nyimas Shieta Prima MNW, Alicia Fitri Wahida, dan Xena Lorens.
Meski begitu, ada celah peluang Sumsel untuk mampu menjadi the winner pada pesta olahraga terbesar Tanah Air tersebut.
Pasalnya, atlet catur delegasi Sumsel pernah seri atau remis saat tanding pada single event pra-PON tahun lalu saat melawan grand master wanita yang sama.
“Peluang ada, karena atlet kita remis kemarin saat lawan grand master wanita dari Jabar,” ujar Pelatih Catur Sumsel Coach Nurdin Abu Bakar MN, Rabu (7/4).
Menurutnya, kegagalan catur Sumsel di PON Kota Bandung 2016 dengan meraih medali perak dan berbagi emas untuk Jabar membuat banyak evaluasi. Apalagi pecatur bukan kali pertama bertemu dengan grand master hingga menghasilkan seri.
“Harapan kita satu emas dan satu perak dari catur kilat perorangan dan catur kilat beregu,” jelasnya.
Meski begitu, Nurdin tak kemudian jumawa dengan hanya mengandalkan anak-anaknya yang sempat seri melawan dua ratu catur. Harus diakuinya butuh latihan yang cukup keras jika berharap hasil yang terbaik.
Menurut Nurdin, Alivia dan kawan-kawan tak hanya perlu latihan yang rutin tapi bisa menjalani training camp (TC) penuh. Sehingga mereka bisa fokus dibanding kalau latihan yang harus terbagi dengan aktivitas lain.
“Mudah-mudahan rencana TC nanti berjalan, dan juga nanti pelatda penuh segera dilakukan,” urainya. (sug)











Komentar