oleh

SMSI Harus Berfikir Tentang Memanfaatkan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)

JAKARTA – Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus kembali mengajak seluruh jajaran pengurus baik ketua dan anggota SMSI di daerah untuk kembali menguatkan organisasi lewat konsolidasi.

Bagi Firdaus, langkah ini selaras dengan program kerja dalam “Membangun Semangat Kebersamaan Untuk Menjaga Negeri” sejalan dengan tag line HUT SMSI ke-4.

“Lewat koordinasi dan penguatan konsolidasi, harapannya SMSI makin kokoh. Langkah ini pun sebagai upaya meningkatkan solidaritas dan toleransi dalam membesarkan masing-media yang berafiliasi dengan SMSI,” ujar Firdaus dalam rilis yang disampaikan, Minggu (7/3/2021).

Firdus juga mengingatkan, media online menjadi wahana di tengah bumingnya digitalisasi yang saat ini terus berpacu dengan waktu dan modernisasi.

Baca Juga:   Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right

“Media Online yang kita geluti waktunya sudah pendek, hampir habis. Kecuali kita membangun inovasi – inovasi dan jaringan, tetapi biayanya mahal. Kekuatan finansial tak bisa dipungkiri menjadi penghalang mayoritas anggota. Pada posisi sulit ini, SMSI dituntut bergotong royong hadir memberikan sumbangsih,” papar Firdaus.

Mantan Ketua PWI Banten dua periode ini menambahkan, dengan gotong royong, SMSI telah melahirkan siberindo.co sebagai rumah besar untuk mewujudkan niat dan langkah yang terus dirintis.

Ke depan, beberapa program seperti Kampung e-kraf digital atau sentra e-kraf digital dengan sekmentasi bidang periklanan (marketplace) yang tengah digagas, harapannya berjalan seiring dengan sinergi dan semangat gotong royong yang dibangun.

Baca Juga:   SMSI Tolak Rencana Perpres Publisher Right, Ini Poin-poinnya

“Gagasan dan ide telah lahir. Ini merupakan cita-cita kita bersama sebagai matarantai ekosistem kebersamaan. Tak ada pilihan selain melanjutkan dan mengimplementasikannya,” jelas Firdaus.

Jika dua komponen berjalan, baik siberindo.co sebagai news room dan sentra e-kraf digital sebagai ruang kerja sama komersil maka ke depan SMSI akan melanjutkan perjalannya menuju incorporation.

“Proses dalam perjalanan dari news room sampai titik incorporotion yang baik dapat menjadi dasar budaya perusahaan kita. Ini harus terus kita bangun, walaupun kita juga tidak dapat mengingkari, untuk melalui jalan panjang itu, pasti akan banyak yang berguguran,” imbuh pria berkacamata ini.

Baca Juga:   Polisi Didesak Tangkap Penganiaya Ketua SMSI Madina, Begini Kasusnya

Firdaus juga menyadari iklim maupun budaya sebuah perusahaan berbeda-beda (different company, different culture). Terlepas dari kebiasaan dan tradisi, perbedaan bukan menjadi penghalang untuk membangun sinergisitas.

“SMSI sangat menghargai kondisi dan perbedaan yang ada. Tapi yakinlah bahwa euforia lahirnya SMSI harus pula dimaknai sebagai penguatan antara satu dengan lain,” jelasnya.

Pada tahapan selanjutnya Firdaus menginginkan adanya sinergi sumberadya IT. IT Siber Indonesia kelak dapat bekerja sama dengan perguruan tinggi dan BPPT untuk merancang bangun marketplace.

“SMSI juga harus berfikir tentang memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Diharapkan Artificial Intelligence kelak menjadi benteng ketahanan bangsa,” tutup Firdaus. (smsi/rls/ful)

Komentar

Berita Lainnya