JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membeberkan alasan menolak disahkannya UU Cipta Kerja, Senin (5/10/2020) kemarin.
Menurutnya, sikap partainya tersebut sudah dipertimbangkan secara matang.
“Keputusan kami ini sudah disampaikan oleh F-PD dalam pandangan akhir mini fraksi pada pengesahan tingkat I di rapat kerja Badan Legislasi DPR RI (Sabtu, 3/10), dan kami sampaikan lagi dalam pendapat fraksi sidang paripurna DPR RI,” kata AHY, dikutip dari situs resmi Partai Demokrat, Selasa (6/10/2020).
“Sebagai penegasan atas penolakan kami tersebut, Fraksi Partai Demokrat walk-out dari Sidang Paripurna DPR RI Senin (5/10) sore,” sambungnya.
Kader Partai Demokrat, Andi Arief mengatakan, sebelum UU Cipta Kerja disahkan, dia telah mengkritik anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPR.
“Omnibus Law ini dibaca nggak ya sama kawan-kawan PDIP. Harusnya yang pertama menolak karena merasa memiliki keadilan sosial Soekarno ya kawan-kawan itu. Kecuali pimpinannnya ada yang keblinger, gak ada syarat-syarat sedikitpun PDIP menerima RUU itu,” tuturnya.
Menurut Andi Arief, kalau RUU Cipta Kerja sampai disahkan akan berpotensi mengubah dasar dan kesepakatan serta napas bernegara dalam hal ekonomi politik.
“Ekonomi akan jadi kapitalisme vulgar, politik akan kembali centralisasi, etatisme,” ujarnya.
Mantan politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul memberikan nasihat.
Kata dia, sebaiknya Partai Demokrat tetap fokus berbenah diri supaya tak ketinggalan kereta di pemilu 2024.
“Nggak salah nih kader Partai Demokrat RUU Cipta Kerja langkah mundur,” kata Ruhut yang saat ini aktif di kepengurusan DPP PDI Perjuangan.
Dia berpesan, kader partai berlambang Mercy itu agar hati-hati dan eling (ingat) dengan surveinya.
“Melihat pernyataan-pernyataan kader partai yang pernah aku besarkan akhir-akhir ini hati-hati harus eling atau ingat surveinya sudah makin melorot ayo cepat berbenah kalau mau lolos ke Senayan 2024,” demikian kata Ruhut. (ask/sam)









Komentar