oleh

Tuna dan Tengiri Beku Aceh Tembus Pasar Brunei Darussalam

BANDA ACEH – Dua belas ton ikan tuna dan tenggiri beku senilai USD 80 ribu telah diberangkatkan untuk ekspor ke Brunei Darussalam dari Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaradja Banda Aceh. Produk ikan tersebut dipersiapkan PT Yakin Pacific Tuna.

Pengiriman ekspor ini adalah tindak lanjut dari pengiriman perdana sample sebanyak 140kg frozen yellowfin tuna saku (jenis tuna sirip kuning beku) dari Aceh ke Brunei yang dilaksanakan September 2020 melalui kargo udara.

Hal ini menunjukkan kualitas ikan beku dari Aceh dapat diterima pasar Brunei, bahkan ditambahkan dengan permintaan ikan tenggiri.

“Dengan menjaga kualitas ikan beku yang baik, serta harga yang kompetitif, perusahaan Indonesia berpeluang terus meningkatkan akses pasar Brunei,” ujar Dubes RI untuk Brunei Darussalam, Sujatmiko.

Pihak KBRI Bandar Seri Begawan terus berupaya menggali potensi kerjasama bisnis sektor perikanan antara Indonesia dan Brunei Darussalam, tambahnya.

Baca Juga:   Pamerkan Produk Ekspor, UMKM Binaan Kememkeu Pukau Delegasi G20

Saat ini selain dari Indonesia, Brunei juga mengimpor dari China, Vietnam dan Malaysia, khususnya ikan tenggiri, kakap dan udang vaname.

Selain ikan beku, diketahui bahwa benih ikan kerapu dan kakap putih dari Indonesia juga memiliki potensi pasar yang baik di Brunei, untuk memenuhi kebutuhan ikan segar domestik Brunei maupun untuk keperluan re-ekspor ke negara lain.

Baca Juga:   Beras Indonesia Digemari, Ekspor Benih Padi Sembada 188 ke Brunei Berlanjut

Tercatat 4 kali penerbangan Garuda Indonesia ke Brunei Darussalam pada akhir tahun 2020 membawa total lebih dari 1800 kg benih ikan, serta 154 kg udang dan 114 kg ikan hias hidup.

Atas kerja sama yang baik dan dukungan penuh dari pemerintah setempat, diharapkan ekspor perikanan Indonesia terus meningkat. (Bengkulutoday.com)

Komentar

Berita Lainnya