BANDA ACEH – Tim rugby putra dan putri Aceh yang dipersiapkan secara intensif melalui pemusatan latihan daerah (pelatda) ditargetkan bisa menggapai final pada PON XX/2021 di Papua.
Target itu disampaikan Wakil Ketua Umum III Bidang Pembinaan Prestasi KONI Aceh Drs Bachtiar Hasan, MPd mewakili Ketua Umum, Muzakir Manaf, ketika membuka turnamen Rugby Aceh Terbuka dan pertandingan ujicoba Tim PON Aceh dengan Tim Bekantan, Kalimantan Selatan (Kalsel), di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Sabtu (6/12/2020).
Bachtiar menyebutkan, tim rugby Aceh selama ini telah dibina melalui pelatda yang dibiayai KONI Aceh dan terus meningkatkan persiapan secara intensif menuju PON Papua yang tinggal setahun lagi.
“Setahun lagi adalah waktu yang cukup panjang untuk dapat meningkatkan kemampuan dan prestasi tim. Pertandingan ujicoba-ujicoba bisa dilakukan. Kita harapkan pada PON Papua, Tim Aceh bisa masuk final sekaligus meraih medali,” kata Bachtiar yang juga Ketua Pelatda Atlet Aceh menuju PON Papua,” katanya.
Menurutnya, turnamen yang digelar Pengprov Rugby Aceh, yang sekaligus sebagai ajang ujicoba bagi atlet Tim PON Aceh, sungguh luar biasa, karena bisa menghadirkan tim dari Kalimantan Selatan, sehingga mendapatkan lawan latih tanding yang berkualitas.
Bachtiar yang juga seorang praktisi olahraga paling senior di Aceh saat ini menilai cabang olahraga rugby (sejenis sepakbola asal Inggris) yang terbilang baru, sekitar setahun lalu ada di Aceh namun perkembangan serta prestasinya sangat cepat dan pesat. Mulai menyiapkan pemain, membentuk tim hingga berhasil meloloskan tim putra -putri ke PON Papua.
Tim PON Aceh – Kalsel 40 – 0
Usai pembukaan, dilakukan pertandingan ujicoba Tim Putra PON Aceh melawan Tim Bekantan, Kalsel. Laga ini dimenangkan Aceh dengan skor 40 – 0. Dilanjutkan pertandingan eksibisi sesama tim putri PON Aceh.
Prospek Medali PON
Sementara itu Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Rugby Union Indonesia (Pengprov PRUI) Aceh, Ir. P. P. Andry Agung, MM mengatakan, gelaran turnamen yang baru pertama ini sebagai ajang ujicoba dan persiapan tim PON Aceh ke Papua.
Menurutnya, tim putra dan putri yang dipersiapkan maksimal selama ini memiliki prospek meraih medali di PON Papua. “Di PON nanti, putra-putri masing-masing ada tujuh tim (sudah termasuk tuan rumah Papua), jadi peluang meraih medali tetap ada,” ujarnya.
Andry menyebutkan, event yang berlabel ‘Turnamen Rugby Aceh Open Tahun 2020’ mengundang empat klub di Aceh, Tim Bekantan Rugby Kalsel, dan diikuti Tim PON Aceh.
Empat klub rugby dari Aceh satu grup yaitu Tim Barbarian (gabungan tim pengurus kabupaten/Pengkab), UKM Unsyiah – BBG Koetaraja dari Banda Aceh, dan Gajah Putih (Aceh Tengah). Keempat klub tersebut lebih dulu prakualifikasi di grup dengan sistem setengah kompetisi.
“Sistem di rugby, sesuai dengan keputusan PB PRUI harus mempertandingkan dulu yang pra nya, baru boleh diadu dengan tim selevel provinsi seperti Tim PON Aceh,” jelas Andry.
Dari kompetisi pra grup itu, Tim Pengkab Barbarian tampil sebagai juara dan bergabung dengan Tim PON Aceh, Bekantan Kalsel melanjutkan pertandingan lagi dengan sistem setengah kompetisi.
Turnamen ini digelar dengan protokol kesehatan yang ketat, dilaksanakan dengan waktu yang tidak bersamaan dan tidak terbuka untuk umum atau tanpa penonton.(sud)










Komentar