oleh

Golkar Optimis RUU Cipta Kerja Menjawab Persoalan Ekonomi

JAKARTA – Kehadiran omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja menjawab permasalahan ekonomi yang timbul selama ini di Indonesia.

Anggota DPR RI, M Sarmuji, optimistis target pertumbuhan ekonomi 5 persen di 2021 akan tercapai, jika RUU Cipta Kerja segera ditetapkan. 

Politikus Partai Golkar ini terlebih dahulu mengemukakan pandangannya, terkait penyebab ekonomi Indonesia gagal tumbuh. Antara lain karena investasi tidak berkembang dengan baik, akibat kalah bersaing dengan negara lain.

Baca Juga:   Nikita Mirzani Anggap Puan Maharani Kurang Fair

“Saya kira Indonesia tidak akan naik kelas hanya dengan pertumbuhan biasa-biasa saja. Butuh pendorong agar tumbuh lebih tinggi. Nah, RUU Cipta Kerja menurut saya, mengatasi problem disharmoni peraturan perundang-undagan,” ujar Sarmuji dalam keterangannya, Senin (5/10/2020). 

Dia menilai, kehadiran RUU Cipta Kerja menyelesaikan permasalahan tumpang tindihnya kebijakan yang selama ini terjadi, ruwetnya birokrasi, ketidakpastian hukum dan sejumlah hal lain yang dikeluhkan para pengusaha. 

Baca Juga:   Aturan ”Sapu Jagat” Terus Mendapat Perlawanan

“Dengan mengatasi soal ini, maka separuh urusan pengusaha bisa terselesaikan,” ucapnya. 

Sarmuji lebih jauh mengatakan, kehadiran RUU Cipta Kerja membuat Indonesia tak lagi  bertumpu kepada konsumsi sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi.

Indonesia dapat menjadi negara produsen, seiring masuknya investasi yang akan mendorong pertumbuhan dari sisi penyediaan.

“Jadi, ketika (RUU) ini segera disahkan dan diimplementasikan, maka insyaallah pertumbuhan ekonomi 5 persen di 2021 akan tercapai. Bahkan tumbuh lebih tinggi lagi pada tahun-tahun selanjutnya,” demikian kata Sarmuji. (sam)

Komentar

Berita Lainnya