PADANG – Setelah masyarakat dan tokoh masyarakat Sumbar meradang dengan Puan Maharani yang seolah-olah menunjuk Sumbar negeri yang tidak Pancasilais, Mulyadi Cagub Sumbar berencana akan mengembalikan surat dukungan dari PDI-P.
Menurut Cipta Panca Laksana, Deputi Isu dan Narasi Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, dia sudah berkomunikasi langsung dengan Cagub Mulyadi dan membicarakan pengembalian surat dukungan dari PDI-P.
“Saya tadi baru telponan dengan cagub Sumbar @irhmulyadi dan saya sarankan untuk mengembalikan dukungan dr PDIP. Prinsipnya dia setuju dengan saran saya,” tulis Panca di akun Twitternya @panca66 Jumat (4/9/2020).
Sebagaimana diketahui, ketika menyerahkan surat dukungan kepada pasangan Mulyadi dan Ali Mukhni untuk mengikuti Pilgub Sumbar, Puan mengatakan bila Sumatra Barat akan menjadi Provinsi yang Pancasilais. Pernyataan Puan ini sontak membuat masyarakat dan tokoh masyarakat Minang meradang. Serasa dituduh sebagai negeri yang menolak Pancasila sementara dari negeri itulah lahir banyak pendiri bangsa yang juga perumus Pancasila.
Bila pengembalian surat dukungan terjadi, pasangan Mulyadi dan Ali Mukhni berarti akan maju sebagai kandidat yang didukung PAN dan Partai Demokrat. Dukungan yang cukup karena masing-masing Partai ini mempunyai 10 kursi di DPRD. Melebihi syarat minimal 13 kursi untuk menjadi Cagub dan Cawagub.
Sementara bagi pendukung Mulyadi, pengembalian surat dukungan PDI-P menjadi sangat mungkin dan sangat perlu. Mungkin karena dukungan tersebut belum diserahkan ke KPU. Sangat perlu karena pernyataan Puan diyakini akan menggerus elektabilitas Mulyadi. Terlebih di Ranah Minang, Partai nya Puan Maharani sendiri tidak mempunyai kekuatan besar seperti di Jawa atau Indonesia bagian Timur.(del/arl)











Komentar