oleh

Last Minute, Bang Zul Bisa Beri Kejutan!

BANDARLAMPUNG – SosokKetua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan tentu tak bisa dianggap remeh, dalam hal memasangkan kandidat pasangan calon. Apalagi dalam Pilkada Lampung Selatan (Lamsel). Tempat kelahirannya.

Dan arah PAN pun, seperti jinak-jinak merpati. Awalnya mudah ditebak, tapi bisa bergerak ke arah yang berbeda di last minute. Ini terbukti dari drama Pilgub Lampung lalu.

”Untuk Pilkada Lamsel, yang notabene tempat kelahirannya. Bang Zul tentu beliua punya cara. Punya pilihan. Meski pun, saat ini Hipni tengah merangsek masuk. Bolak-balik Jakarta, menyodorkan beberapa nama. Terakhir Melin, Bayana pun kemungkinan sempat di sebut,” terang Direktur Lembaga Kajian Kebijakan Politik dan Otonomi Daerah ToMATO, Mahendra Utama, Minggu (5/7).

Soal kebutuhan finansial dalam memenangkan pertarungan Pilkada, Bang Zul tak ubahnya seperti SBY. Tak mau sembarangan dalam memilih seseorang menjadi Bupati dan Wakil Bupati di tempat ia dibesarkan.

”Lamsel hampir serupa dengan Pacitan tempat SBY tumbuh dan dibesarkan. Tak mungkin dilepas begitu saja. Nah sekarang tinggal Bang Hipni sebagai kandidat, bisa mencari vigur yang pas. Pas di posisi birokrat, pas juga dalam mengamankan kebijakan nantinya jika terpilih,” ulas mantan aktivis 98 itu seperti dikutip Sinar Merdeka.  

Ya, ada dua nama yang santer beredar sejak awal. Pertama Bayana dan kedua Melin. ”Dua duanya mungkin pas dengan Hipni. Tapi bagaimana dengan Bang Zul. Kalau dari kacamata saya. Bang Zul akan lebih sreg dengan Bayana. Ini kacamata saya,” terangnya.

Bayana punya kekuatan dari sisi apa pun. Basis massa di wilayah Natar dan sekitarnya.

”Dari sini saja kita bisa berkaca. Ada ikatan emosional. Ada kebanggaan bagi warga Natar dan sekitarnya ketika ada warganya yang maju.  Ikatan batin yang dipelihara ini sudah seharusnya menjadi piihan. Kalau orang Jawa bilang, piye-piye wonge dewe. Bayana punya keunggulan pada posisi ini,” tutur Mahe.

Lalu apakah peran Melin tidak cukup menjanjikan? Bagi Mahe, Melin belum teruji sama sekali. Bahkan lebih cenderung akan merusak Hipni dari sudut pandang yang berbeda.

”Melin punya masa lalu yang semua orang tahu. Sangat dikhawatirkan ini akan dibawa ke ranah itu. Tapi ini semua merupakan pilihan bagi Bang Hipni. Dia pengusaha lho. Pandai dalam berhitung dan menghitung,” timpalnya.

Di media sosial, baru-baru ini muncul Hipni bersama Eky—suami Melin sowan ke Bang Alzier DT.

”Ini sowan, saya maknainya begitu. Toh Bang Alzier juga tokoh dalam perpolitikan di Lampung. Pasti ada masukan yang disampaikan untuk Bang Hipni,” ujar Mahe.

Kembali pada konstelasi yang muncul. Kemungkinan Bang Zul bakal membuat kejutan, jelas itu sesuatu yang sangat ditunggu.

”Ingat, PAN sampai sekarang belum mengeluarkan rekomendasi lho. Ini yang diyakini bahwa Bang Zul menyiapkan beberapa skenario. PAN akan mendominasi dalam ruang komunikasi dengan parpol lain. Wajar karena PAN punya enam kursi, ini mahal dan punya nilai besar dalam sisi negosiasi,” terangnya.

Setelah PAN ada Partai Demokrat. Partai besutan SBY yang kini digawangi oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) putra kandungnya mantan Presiden ke enam. Partai Demokrat juga punya kredit poin dalam Pilkada Lamsel.

Demokrat hanya terpaut satu kursi dengan PAN. Artinya ketika dua partai dengan warna yang sama ini sepakat, maka selebrasi yang dilakukan Bang Zul tepat.

”Lagi-lagi ini hanya prediksi. Komunikasi antara PAN dan Demokrat begitu baik. Diyakini akan muncul jagoan baru jika ada kecocokan. Soal sosok bisa dicari. Soal modal tak perlu diragukan. Bang Zul akan habis-habisan dalam Pilkada Lamsel. Maka awas selip, PAN dan Demokrat, bisa jadi kunci kemenangan di Lamsel,” jelasnya. (oke/beb)

Komentar

Berita Lainnya