oleh

Kemenag Serahkan Rp16,49 Miliar Bantuan Tahap Dua Pemulihan Banjir-Longsor di Sumut dan Aceh

-Headline-117 views

SIBERINDO.CO – Kementerian Agama menyerahkan Bantuan Tahap II untuk Masjid dan Musalla Terdampak Banjir dan Longsor di Sumatera Utara dan Aceh. Bantuan lebih dari Rp16 miliar ini diserahkan secara simbolis oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Prof. Abu Rokhmad saat memberikan Pembinaan ASN di Aula Kanwil Kemenag Sumatera Utara.

Bantuan tahap kedua ini disalurkan untuk dua provinsi terdampak. Provinsi Aceh menerima total bantuan sebesar Rp11.628.000.000, sementara Provinsi Sumatera Utara memperoleh alokasi senilai Rp4.864.000.000. Bantuan secara simbolis diberikan kepada BKM Masjid Nurul Yatama (Babalan) dan BKM Masjid Nurul Hikmah (Tanjung Pura) masing-masing sebesar Rp38.000.000.

Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad menekankan bahwa penanganan pascabencana tidak cukup hanya mengandalkan bantuan fisik maupun penggunaan teknologi modern. Menurutnya, pemulihan lingkungan hidup menuntut perubahan fundamental pada pola perilaku manusia dalam berinteraksi dengan alam sekitar.

Abu Rokhmad menggarisbawahi pentingnya pendekatan ekoteologi sebagai solusi jangka panjang dalam mencegah bencana alam. Kementerian Agama punya peran penting karena menyelamatkan alam semesta merupakan salah satu program prioritas yang wajib dijalankan demi keselamatan bangsa dan negara.

“Seberapapun besar bantuan dan canggihnya teknologi yang diturunkan, tidak akan bisa menggantikan perubahan perilaku kita terhadap alam. Bantuan puluhan miliar itu tidak ada artinya jika kita tidak menghentikan kerusakan dan tidak mulai menjaga lingkungan dari hal-hal kecil,” tutur Dirjen di Medan, Kamis (3/9/2026).

Hadir, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) H. Arsyad Hidayat, Kepala Kanwil Kemenag Sumatera Utara, Ahmad Qosbi, Kabag TU Kanwil Kemenag Sumut Syafrizal Bancin, Kabid Urais Kanwil Kemenag Sumut Sakoanda Siregar, Kabid Penais Kanwil Kemenag Sumut Zulfan Efendi, Kabid Urais Kanwil Kemenag Aceh, Kepala Kantor Urusan Agama se Sumatera Utara, anggota Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Provinsi Sumatera Utara, dan Kakankemenag Aceh Tamiang.

Dirjen Bimas Islam mendorong seluruh jajaran jajaran KUA, penghulu, dan penyuluh agama untuk menginternalisasi gerakan ekoteologi melalui aksi nyata sehari-hari. Mulai dari diri sendiri, lingkungan KUA, keluarga, dan seluruh masyarakat masing-masing.

“Saya berharap para Kepala KUA, penghulu, dan penyuluh agama menggaungkan edukasi ekoteologi secara konkret. Mulai dari penanganan sampah, penanaman pohon, hingga mengedukasi masyarakat agar kegiatan ekonomi tidak merusak alam,” tambahnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Ahmad Qosbi, mengapresiasi perhatian besar Ditjen Bimas Islam terhadap penyediaan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) untuk pemulihan rumah ibadah khususnya masjid dan musalla di Sumatera Utara dan Aceh. Dukungan anggaran ini sangat berarti bagi percepatan pemulihan fungsi masjid dan musholla di daerah terdampak banjir.

Kakanwil Kemenag Sumut berharap agar seluruh dana bantuan yang dialokasikan dapat dimanfaatkan secara tepat guna sesuai dengan kebutuhan prioritas di lapangan. Para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota beserta Kepala KUA diminta aktif membimbing Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) dalam mengelola dana tersebut secara transparan. Ia menegaskan pentingnya akuntabilitas pengelolaan mengingat dana yang disalurkan merupakan keuangan negara yang harus dipertanggungjawabkan secara tertib.

“Karena ini merupakan uang negara, saya minta Kakankemenag dan KUA turun tangan aktif mendampingi BKM agar laporan pertanggungjawabannya selesai dengan baik. Semoga niat mulia kita membantu rumah Allah SWT ini mendapatkan ridha-Nya,” tegasnya.(***)

 

Berita Lainnya