SIBERINDO.CO – Di tengah maraknya ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kembali melanda sejumlah wilayah Indonesia, isu kelestarian lingkungan berbasis ajaran agama menjadi perhatian warga. Hal ini terlihat dari tingginya antusiasme pengunjung yang memadati stan Perpustakaan Kementerian Agama (Kemenag) pada gelaran Museum dan Perpustakaan Kehutanan (Muspera) Expo 2026.
Acara ini diselenggarakan Kementerian Kehutanan di Kawasan Museum & Perpustakaan Kehutanan Ir. Djamaludin Suryohadikusumo, Jakarta, 1 – 2 September 2026.
Buku berjudul Ekoteologi: Menguatkan Iman, Merawat Lingkungan mendadak jadi incaran utama masyarakat yang mendatangi stan Kemenag. Buku yang mengupas tuntas keterkaitan mendalam antara nilai-nilai spiritual dan aksi nyata menjaga bumi tersebut dinilai sangat krusial dan relevan dengan krisis ekologis saat ini.
Salah seorang pengunjung, Randy, mengaku sengaja berburu buku tersebut karena terdorong keprihatinannya terhadap bencana Karhutla yang meluas. “Saya mengambil buku Ekoteologi karena akhir-akhir ini ada kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan. Alam ini kan segalanya. Alam itu seharusnya dijaga, tapi bukan hanya ucapan, melainkan dilakukan,” tegas Randy, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Tidak hanya isu lingkungan, Kemenag juga memboyong pendekatan literasi kreatif melalui komik Moderasi Beragama “ModerArt”. Seri visual ini sukses menyedot perhatian pengunjung dari kalangan lembaga lain.
Maulida, pegawai Perpustakaan DPR, mengapresiasi terobosan Kemenag dalam mengemas pesan keagamaan yang inklusif dan mudah dicerna semua umur. “Terima kasih atas bukunya. Ini sangat menarik karena kita bisa mengajarkan moderasi beragama dengan gambar, jadi mudah dimengerti untuk anak kecil maupun dewasa,” ungkap Maulida.
Suasana pameran kian hidup dengan hadirnya aktivasi interaktif yang disiapkan para pustakawan. Pustakawan Kemenag, Nur Rochmah, menyebutkan bahwa beragam kuis edukatif disajikan untuk membangun keterikatan (engagement) yang lebih dekat dengan pengunjung.
“Pameran Muspernas seru dan menginspirasi. Perpustakaan Kemenag juga memberikan kuis kepada pengunjung. Semoga ke depan Perpustakaan Kemenag bisa membuat kegiatan serupa yang lebih seru dan kreatif,” ujar Nur.
Keikutsertaan Perpustakaan Kemenag dalam Muspera Expo 2026 ini membuktikan bahwa literasi keagamaan tidak lagi kaku, melainkan mampu hadir merespons isu-isu global dan bencana ekologis. Lebih dari sekadar pameran, kolaborasi lintas lembaga ini mengukuhkan peran perpustakaan sebagai simpul strategis yang mempertemukan pengetahuan, kebijakan, dan aksi nyata masyarakat.(***)










