oleh

Manfaatkan Pekarangan, Warga Lampung Timur Budidaya Anggur Impor

SUKADANA – Nurhadi (34), warga Dusun 11 Desa Mataram Baru, Kecamatan Mataram Baru, Lampung Timur, memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya untuk budidaya tanaman anggur impor.

Nurhadi mencoba putar haluan dengan menggeluti budidaya komoditas buah anggur tersebut lantaran usaha kopinya terdampak pandemi Covid-19.

Nurhadi pun akhirnya memanfaatkan pekarangan di belakang rumahnya.

Di lahan selua sekitar 10×30 meter itu, Nurhadi sudah mulai menanami 40 jenis bibit anggur Impor. Kini, tanaman itu sudah mulai berbuah.

Baca Juga:   Bejat! Seorang Pemuda di Lampung Tega Aniaya dan Cabuli Ibu Kandung

“Bertanam anggur impor ini lebih cocok saat jelang kemarau tetapi tetap tersedia air,” kata Nurhadi, Minggu (1/8/2021).

Ia mengaku sudah berbudidaya buah anggur tersebut sejak setahun terakhir. Tepatnya, sejak usaha produksi kopi bubuk yang dijalaninya terdampak Pandemi Covid-19.

“Ternyata mudah dan tak serumit yang saya bayangkan sebelumnya. Nyatanya bisa tumbuh dan berbuah,” kata Nurhadi.

Baca Juga:   Biadab! Sembilan Pemuda Bergilir Gagahi Bocah SMP di Kebun Sawit

Menurutnya meski budidaya buah anggur yang digelutinya itu belum menghasilkan pemasukan yang signifikan, namun sudah banyak teman dan warga sekitar yang ingin menirunya.

Sebelumnya, Anggota DPRD Lampung Timur Fraksi PKB, Ahmad Basuki saat reses mengatakan, masa pandemi Covid-19 membuat setiap orang untuk tinggal di rumah demi memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Baca Juga:   Pemerkosa Anak Kandung Ditangkap Polsek Pekalongan

“Kondisi saat ini tidak serta merta membuat kita menjadi tidak produktif. Beragam aktivitas bisa dilakukan, khususnya yang bisa menopang kebutuhan pangan rumah tangga,” ujarnya.

Basuki berharap ke depan tanaman anggur dapat semakin dikenal dan dibudidayakan oleh masyarakat.

“Sehingga, ke depan Indonesia tidak perlu mengimpor buah anggur impor lagi karena kita bisa penuhi kebutuhan buah anggur di dalam negeri,” katanya. (Kf-HB-J)

Komentar

Berita Lainnya