oleh

Warga Miskin Jakarta Meningkat 4,53 Persen di September 2020

JAKARTA – Warga DKI Jakarta semakin miskin terkena imbas pandemi Covid-19 yang melanda Ibu Kota selama hampir 8 bulan terakhir ini.

Demikian dikatakan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria dalam diskusi virtual, Sabtu (3/10/2020).

Menurut dia, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan di Jakarta pada Maret hingga September naik 1,11 persen. 

Baca Juga:   Update Covid-19: Kasus Positif Baru Bertambah 5.418 Kasus

“(Angka kemiskinan) 3,42 persen pada September 2019, menjadi 4,53 persen pada maret 2020,” jelasnya.

Ariza, sapaannya, sudah membuat sejumlah program untuk mengatasi masalah kemiskinan ini. Salah satunya, lewat program perlindungan sosial berupa pembagian bahan kebutuhan pokok yang juga ikut ditopang oleh pemerintah Pusat.

“Pemberian bansos disalurkan bagi warga di sejumlah wilayah DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu,” pungkasnya.

Baca Juga:   Versi Satgas, Tren Kematian Pasien Covid-19 di Jakarta dan 3 Provinsi Ini Menurun 

Adapun Bansos tahap pertama pada PSBB fase 2 ini sudah mulai disalurkan pada 15 hingga 29 September lalu.

Paket bantuan sosial di DKI menyasar 2,4 juta Kepala Keluarga di Jakarta yang masuk kategori miskin dan rentan miskin. Dari jumlah penerima manfaat itu, Pemprov DKI kebagain 1,1 juta KK. Sisanya ditanggung Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian sosial (Banpres).

Baca Juga:   Update Covid-19: Positif Baru Bertambah 8.854, Jakarta Melonjak Hingga 2400 Kasus 

Tidak ada perubahan dalam isi paket kalau dibanding dengan bansos sebelumnya yakni: Beras 5 kilogram 2 karung, sarden 155 gram 4 kaleng atau 425 gram 2 kaleng, biskuit 1 kaleng, minyak goreng 2 bungkus, kecap 1 kantong, tepung terigu, bihun 2 bungkus, dan sabun mandi 1 batang. (aku/sam)

Komentar

Berita Lainnya