AMBON – Barzuweh (75) seorang purnawirawan TNI AL, dikabarkan hilang di perairan Nusiwane, Ambon. Setelah tiga hari pencarian, Rabu (2/2/2021), warga menemukan jenazahnya di pantai.
Seorang nelayan, Alex Lekatompessy, yang menemukan jenazah itu mengapung, segera membawanya menepi ke pantai berkarang.
Salah satu anggota tim SAR Ambon, Tengku mengakui, berdasar ciri-ciri, jenazah dikenali sebagai Barzuweh yang tak kembali seusai berenang, Minggu (31/1/2021) siang.
Dari keterangan kerabat yang tinggal bersamannya di Hative, Kolonel (Purn) Barzuweh berenang di depan kediaman Nono di Hative Besar yang menghadap ke laut.
Sebelumnya, Ibu RT yang hendak mandi di laut juga melihat Barzuweh berdiri di tepi pantai hendak berenang pada siang itu.
Tak lama berselang Ibu RT ini urung berenang, dan memilih kembali ke rumah karena melihat kondisi air pasang.
Tengku mengatakan, kuat dugaan tubuh Barzuweh terseret arus. Selama tiga hari pencarian, barulah tim SAR, TNI POLRI juga warga baru menemukan tubuh Barzuweh, sekitar 1 mil dari lokasi. Tepatnya di depan negeri Latuhalat.
“Biasanya kalau tenggelam itu tubuh paling lama 3-4 hari lagi sudah naik. Kalau masih tidak ada, maka pencarian dilakukan. Tim kembali menyelam. Ini tubuhnya terseret sampai ke Silale sekitar 1 mil dari sini (Hative Besar),” lanjut Tengku.
Baru sekitar pukul 12.00 WIT, tim SAR dan unsur yang terlibat termasuk warga membawa jenazah bapak dua anak itu menggunakan speed boat dari Latuhalat ke rumah Nono di Dusun Kanari Hative Besar.
Dengan menggunakan kantong jenazah hitam, tubuh Barzuweh lantas diserahkan kepada anak sulungnya yang juga terlibat dalam pencarian.
Letnan Kolonel Marinir Farid, anak sulungnya yang hadir menyebut jenazah ayahnya akan dibawa ke Jakarta menggunakan pesawat keesokan harinya.
Raut wajahnya terlihat berusaha menahan rasa kehilangan dan memerah. Farid yang juga Komandan Bataliyon Marinir di Medan itu mengucapkan terimakasih kepada semua unsur yang telah membantu menemukan sang ayah.
“Rencananya ambulans akan membawa jenazah ke Rumah Sakit Angkatan Laut, FX. Suhardjo Lantamal IX Ambon untuk diambil alih kedinasan,” jelas Nono saat ikut menerima jenazah di pantai depan rumahnya. (Eva)











Komentar