oleh

Warga Panggarangan Khawatir Pengikisan oleh Air Sungai Ancam Lahan Sawah

LEBAK – Akibat Banjir yang terjadi beberapa bulan lalu, bibir sungai Cisiih di Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengalami erosi. Warga yang memiliki lahan sawah di pinggir sungai khawatir jika pengikisan oleh air sungai semakin melebar dan akan mengancam lahan sawah masyarakat.

Menurut informasi fenomena itu pernah terjadi beberapa tahun lalu, bahkan sebelumnya aliran sungai Cisiih tersebut bukan di lokasi sekarang, namun akibat abrasi akhirnya aliran sungai pun berpindah.

Diketahui, aliran sungai Cisiih tersebut merupakan perpaduan antara air tawar dan air laut, hal itu karena letak geografis Kecamatan Panggarangan dekat dengan sisi pantai.

Seperti dikatakan seorang warga setempat, Pupu Marpu, dirinya mengkhawatirkan jika hal itu dibiarkan bibir sungai yang terkikis akibat aliran sungai akan semakin meluas ke pesawahan milik masyarakat.

“Ya itu pernah terjadi tapi udah lama banget, kami sebagai masyarakat takut bila sungai ini tidak segera disikapi malah akan semakin parah dan menghabiskan lahan sawah,” kata Pupu Marpu saat diwawancarai awak media di lokasi sungai, Senin (1/3/2021) dikutip Bungasbanten.id, grup siberindo.co.

Selain lokasinya berada di pinggir sawah, sungai Cisiih tersebut juga biasa dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari karena lokasinya yang dekat dengan pemukiman warga seperti mandi, mencuci, dan lain-lain.

“Sungai ini juga sangat kami butuhkan, tetapi jika akhirnya malah akan menyengsarakan karena abrasi justru harus segera ada penindakan dari pemerintah,” lanjut Pupu.

Kata Pupu, warga meminta jangan sampai menunggu efek lebih besar karena masyarakat sekitarlah yang akan menjadi korban, terutama bagi masyarakat yang berprofesi sebagai petani dan warga yang rumahnya di lokasi tersebut.

“Harapan saya agar pemerintah segera memperbaiki aliran sungai, itu penyebabnya karena aliran sungai yang menikung, akhirnya sangat mudah sekali mengikis pinggir sungai, apalagi kalau sedang banjir,” ujarnya.

Seorang pegiat lingkungan asal Lebak Selatan (Baksel), Tunggal Puspa Nugraha, menyebut erosi adalah perubahan bentuk tanah atau batuan yang dapat disebabkan oleh kekuatan air, angin, es, pengaruh gaya berat, ataupun organisme hidup.

Dari unsur tersebut kata Tunggal, sebaiknya pemerintah segera melakukan tindakan prefentif agar dapat menaggulangi kejadian yang tidak diinginkan.

“Bahwa hal itu sangat berpotensi terjadi abrasi yang lebih besar dan dampaknya terhadap pesawahan dan rumah masyarakat sekitar,” paparnya. (uzex)

Komentar

Berita Lainnya