PAYAKUMBUH–Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh Wal Asri menghadiri perayaan ulang tahun kedua Komunitas Perajin Payocraft di rumah anggota komunitas perajut Adriati, di Bonai, Minggu (31/1/2021).
Kahadiran Wal Asri memberi motivasi sekaligus angin segar, kesempatan bagi Payocraft mengisi ruang komunitas untuk menampilkan produk mereka di Galeri Sentra IKM Randang Payakumbuh.
Ketua Payocraft Latifah Mayasari bersama Sekretaris Hermaroza dan Bendahara Mayrefda menyampaikan berawal dari hobi, sebanyak 18 orang ibu-ibu pecinta rajut berkumpul pada 27 Januari 2019 silam di Medan Nan Bapaneh, Ngalau Indah.
Anggotanya punya beragam tujuan, ada yang sekadar hobi, mengisi waktu luang berkarya, dan ada yang sudah berproduksi bahkan membuat industri rajut kecil-kecilan.
“Kegiatan rutin kami satu kali sebulan kopi darat (kopdar) dan berbagi ilmu, sementara kegiatan mingguan belajar merajut bersama di Rumah Rajut Fayari Payakumbuh,” terang Maya.
Payocraft juga sering mengikuti berbagai pameran dan bazar serta seminar atau pelatihan. Bahkan, menurut Maya, di saat pandemi Covid-19 ini, ibu-ibu anggota komunitas semakin produktif menghasilkan karya rajut dengan penjualan melalui online dan offline.
“Untuk galeri sementara tersebar di tiga tempat, Rajut Azima Koto Nan Ampek, Ratna Handmade di Kapalo Rimbo, dan di Rumah Rajut Fayari Parik Muko Aia,” paparnya menambahkan.
Sekarang Payocraft sudah beranggotakan sebanyak 31 orang dan sudah berjalan 2 tahun. Payocraft membuka kesempatan bagi ibu-ibu yang ingin ikut bergabung, silakan hubungi pengurus @mairefda.
Sementara itu, Kadisnakerin Wal Asri menyampaikan dengan telah berusia 2 tahun, diharapkan Payocraft terus memiliki kreativitas yang lebih tinggi. Sehingga, ada transformasi dari perajin menjadi pengusaha.
“Peluang Payocraft sangat menjanjikan di pasar dalam dan luar negeri, karena produk ‘handmade’ itu nilai jualnya lebih tinggi,” ujar Wal Asri.
Wal Asri memaparkan dukungan bagi Payocraft dimulai saat alumni SLTA Sahabat 86 Payakumbuh/Limapuluh Kota melatih panti asuhan Aisyiah.
Latihan berlangsung 3 bulan dan gratis, saat ini sudah memasuki pelatihan lanjutan satu kali seminggu.
“Dharmawanita Kota Payakumbuh juga mendatangkan pelatih dari Payocraft secara sukarela kepada mereka yang membutuhkan ilmu rajutan,” katanya. (wba)











Komentar