PADANG – Sebanyak 3.000 bibit mangrove rhizophora apiculata ditanam di tepian danau payau Pantai Pasir Jambak, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Kamis (30/9/2021).
Rhizophora apiculata atau bakau monyak adalah tanaman dengan bentuk pohon yang tingginya dapat mencapai 15 m dengan tipe akar tunjang.
Buahnya berbentuk bulat panjang dengan diameter 1,3-1,7 cm dan panjang hipokotil 20-25 cm.
Penanaman bakau minyak ini adalah kerja sama Pusat Konservasi Penyu Jambak Sea Turtle Camp dengan PT Angkasa Pura II sebagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Bibit mangrove yang ditanam difasilitasi oleh BPDASHL Agam Kuantan Sumbar.
Ketua Jambak Sea Turtle Camp, Yose menyampaikan, penanaman mangrove ini adalah sebagai bentuk inisiasi mewujudkan hutan mangrove di kawasan Muara Pasir Jambak.
Diharapkan, hutan mangrove ini berfungsi sebagai mitigasi kebencanaan seperti erosi sungai dan abrasi pantai serta pemulihan ekosistem perairan.
“Kelak hutan mangrove ini juga bisa menjadi destinasi wisata edukasi,” tutur Yose.
Ia sangat berterimakasih atas bantuan PT Angkasa Pura II dalam kegiatan konservasi ini.
Pada penanaman bibit mangrove ini hadir Direksi PT Angkasa Pura II, Kadis Lingkungan Hidup Sumbar, Camat Koto Tangah dan Lurah Pasie Nan Tigo.
Dalam acara ini juga diserahkan secara simbolis bantuan PT Angkasa Pura II untuk rumah ibadah dan program bedah rumah di Padang Pariaman dan Kota Padang.
General Manager PT Angkasa Pura II Cabang BIM Yos Suwagiyono menyatakan, konservasi ini hendaknya bisa berkesinambungan dengan kelompok mitra Jambak Sea Turtle Camp.
Sebab kegiatan ini mendukung pelestarian alam dan lingkungan sebagai bentuk kepedulian Angkasa Pura II terhadap lingkungan. (PB)











Komentar