oleh

Nessy Kalviya Mendesak BNPB dan Pemda Perkuat Sarpras Karhutla di Lampung Tengah

SIBERINDO.CO – Anggota Komisi VIII DPR RI, Nessy Kalviya, mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah untuk segera memperkuat kapasitas sarana dan prasarana (sarpras) penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Lampung Tengah. Sorotan tegas ini disampaikan meny menyusul fakta minim dan tidak laiknya alat pemadam di wilayah tersebut, padahal penanganan bencana sangat bergantung pada kecepatan respons.

“Kita jangan menunggu kebakaran besar baru kemudian mencari alat. Kebutuhan sarpras penanggulangan bencana di Lampung Tengah harus dihitung secara matang berbasis risiko, mulai dari luas wilayah, sebaran titik rawan, hingga kelaikan alat agar saat terjadi kebakaran petugas tidak mulai dari nol,” ujar Nessy dalam keterangan resminya.

Nessy menyoroti temuan krusial di lapangan di mana kendaraan pemadam dikerahkan ke lokasi karhutla, tetapi air justru tidak dapat disemprotkan akibat gangguan mesin. Insiden tersebut dinilai fatal karena waktu sangat berharga saat memadamkan api.

“Jangan sampai ketika kebakaran terjadi, petugas sudah siap bergerak, tetapi mobil pemadam terbatas, pompa tidak mencukupi, atau alat yang ada justru rusak. Penguatan sarpras harus menyeluruh—bukan sekadar jumlah unitnya, tetapi memastikan seluruh peralatan terawat, laik, dan siap pakai sewaktu-waktu,” tegas legislator dari Daerah Pemilihan Lampung II tersebut.

Legislator Fraksi Partai NasDem ini merinci bahwa pemenuhan sarpras karhutla di daerah harus komprehensif. Selain armada pemadam dan armada tangki air, daerah juga membutuhkan mesin pompa portable, pompa bertekanan tinggi (Alkon), selang berbagai ukuran dan panjang, nozzle, tandon air portable, serta kendaraan operasional penembus medan berat.

Sisi keselamatan personil di lapangan juga tidak lepas dari perhatian Komisi VIII DPR RI. Petugas yang bekerja di tengah suhu panas dan asap pekat wajib dibekali Alat Pelindung Diri (APD) standar keselamatan tinggi.

“Petugas di lapangan harus kita lindungi dengan APD memadai, seperti helm, kacamata pelindung, sarung tangan tahan panas, sepatu keselamatan, serta masker respirator/N95. Jangan sampai kita meminta mereka menyelamatkan masyarakat dan lingkungan, tetapi keselamatan mereka sendiri diabaikan,” kata Nessy.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Tengah, keterbatasan sarpras memang menjadi kendala utama. Kepala BPBD Lampung Tengah, Riki Agusta, mengonfirmasi bahwa saat ini instansinya hanya memiliki satu unit mobil tangki air dan dua unit mesin pompa Alkon, di mana satu mesin pompa di antaranya dalam kondisi rusak serta hanya didukung selang standar sepanjang 15 meter.

Keterbatasan peralatan tersebut berbanding terbalik dengan beban wilayah kerja BPBD. Lampung Tengah merupakan kabupaten terluas di Provinsi Lampung dengan cakupan wilayah mencapai 4.559,57 kilometer persegi yang terbagi dalam 28 kecamatan. Daerah ini juga membentang kawasan hutan seluas 28.431,72 hektare hutan lindung dan 12.500 hektare hutan produksi.

ncaman karhutla di Provinsi Lampung sendiri tergolong tinggi. Berdasarkan data pemantauan bencana daerah, puluhan hektare lahan di berbagai titik Lampung tercatat mengalami kebakaran selama periode musim kemarau, sehingga mendorong Komisi VIII DPR RI untuk terus mengawal kesiapsiagaan dan penguatan mitigasi pemda bersama BNPB.(***)

Berita Lainnya