SUMUT – Desa Tapus Sipagimbal, Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan belakangan ini dihantui dengan hadirnya harimau liar yang keliling permukiman warga. bahkan ini sudah sering terjadi sejak Mei 2020 lalu.
Konflik satwa liar harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dengan warga ini membuat warga was-was untuk melakukan aktivitas karena takut diserang hewan buas tersbut.
Akhirnya Tim Balai Besar KSDA (BBKSDA) Sumatera Utara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berupaya menangkap satwa liar untuk diobservasi.
AKhirnya, hewan liar ini berhasil ditangkap Tim BBKSDA Sumatera Utara bersama-sama dengan petugas Koramil setempat, serta dari kecamatan dan masyarakat.
“Penangkapannya dengan memasang perangkap (kandang jebak) untuk menangkap harimau tersebut karena konflik yang terjadi sudah mengkhawatirkan. Harimau ini hampir setiap hari masuk ke pemukiman warga,” ujar Hotmauli Sianturi, Kepala BBKSDA Sumatera Utara, (31/8).
menurutnya, jika memungkinkan akan dilepaskan kembali ke habitatnya. nanti yang memilih habitatnya Tim Balai Besar KSDA Hotmauli Sianturi, Kepala BBKSDA Sumatera Utara. (*/arl)










