JAKARTA – Hujan deras yang terjadi di Aceh Singkil belakangan ini membuat daeah ini rawan Banjir. Seperti yang terjadi pada Minggu (30/8) sampai Senin (1/9), sekitar 90 rumah warga terendam Banjir akibat Sungai Lae Cinendang di Kabupaten Aceh Singkil meluap.
Bahkan ketinggian air mencapai 70 sentimeter. Banjir terjadi di sejumlah desa di wilayah Aceh Singkil. 90 KK diantaranya di tiga desa terdampak. Warga yang terdampak meliputi 63 KK di Desa Ujung Limus, sebanyak 17 KK di Desa Lae Riman dan ada 10 KK di Desa Tanjung Mas.
Menurut laporan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Singkil seperti dirilis BNPB, ruas jalan antar kabupaten juga sempat terendam air hingga mengganggu akses transportasi.
“TRC BPBD Kabupaten Aceh Singkil terus melakukan kaji cepat, berkoordinasi dengan instansi terkait dan bersama tim gabungan melakukan evakuasi korban serta barang milik warga,” bunyi rilis tertulis BNPB .
Untungnya tidak ada laporan mengenai korban jiwa atas bencana tersebut. Masyarakat terdampak masih bertahan di rumah masing-masing.
Pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan prakiraan cuaca hingga Selasa (2/9) sebagian besar wilayah Aceh masih berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. Ini menandakan warga mesti terus waspaa karena potensi Banjir masih akan terjadi
Selain Aceh, sejumlah wilayah lain yang juga berpotensi terjadi hujan lebat meliputi Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi tengah dan Sulawesi Tenggara.
Kemudian Sumatara Utara, Sumatara Barat, Bengkulu, Bangka Belitung, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.
Melihat adanya dampak dari bencana yang dipicu oleh faktor cuaca dan hasil prakiraan cuaca dari BMKG tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta agar pemangku kebijakan di daerah dapat melakukan upaya mitigasi bencana dan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam kaitan pengurangan risiko bencana. (*/arl)











Komentar